bernasnews– Kobaran api kembali melanda gudang produksi furniture CV Tiga Ganesha Abadi di Dusun Blunyahan RT 48, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, pada Selasa (14/10/2025) sore.
Peristiwa ini menjadi kebakaran keempat yang menimpa gudang milik Venus Apriyanto (43) tersebut dan kembali menimbulkan kerugian besar.
Kronologi Kebakaran Gudang Furniture di Pendowoharjo
Sekitar pukul 15.45 WIB, suasana kerja di kawasan industri kecil Blunyahan berubah panik. Asap tebal mengepul dari bagian belakang gudang CV Tiga Ganesha Abadi.
Dua saksi, Lani Setyaningsih (29) dan Christian Bagas Aries Santosa (26), berada di kantor CV tersebut. Mereka berlari keluar setelah diberi tahu warga bahwa bagian belakang gudang mereka terbakar.
Keduanya sempat berusaha memadamkan api menggunakan air dan alat seadanya, tapi api justru cepat membesar.
“Kami sudah siram air dari ember dan selang seadanya, tapi apinya malah tambah besar,” ujar salah satu saksi, mengutip dari kabarjawa.com.
Menyadari api tak bisa dikendalikan, Lani segera menghubungi nomor darurat 113 untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, BPBD Kabupaten Bantul merespons laporan tersebut dengan menerjunkan lima unit mobil pemadam dibantu tiga tangki air dari PMI dan Tagana.
Selama hampir dua jam, petugas berjibaku memadamkan api yang melahap hampir seluruh isi gudang. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 17.30 WIB.
Dalam proses pemadaman, turut hadir unsur dari Polsek Sewon, BPBD Bantul, PMI Bantul, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Pendowoharjo.
Empat Kali Terbakar
Dari hasil pemeriksaan awal, api menghanguskan satu unit mesin Single Planer, satu unit mesin Double Planer, serta sejumlah produk furniture kayu seperti telenan dan kursi yang tengah dalam proses finishing. Perkiraan total kerugian mencapai sekitar Rp100 juta.
Iptu Rita Hidayanto, PS Kasi Humas Polres Bantul, menjelaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api berawal dari area produksi.
“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material mencapai sekitar seratus juta rupiah. Kami masih menyelidiki sumber api,” ujar Rita.
Yang mengejutkan, kebakaran ini bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Berdasarkan catatan kepolisian, gudang CV Tiga Ganesha Abadi telah empat kali mengalami peristiwa serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Meski penyebab belum pasti dari kebakaran berulang ini, pihak kepolisian dan BPBD mengimbau agar pemilik usaha memperketat sistem keamanan, terutama instalasi listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar di area produksi.
Usai pemadaman, area gudang dipasangi garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Petugas dari Polsek Sewon bersama tim BPBD Bantul masih memantau lokasi. Mereka memastikan tidak ada sisa bara api yang bisa memicu kebakaran susulan.
Kebakaran gudang furniture ini menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha industri kecil agar lebih waspada terhadap risiko kebakaran, terutama di sektor produksi yang menggunakan mesin listrik dan bahan mudah terbakar seperti kayu dan cat.***(Eln)












