News  

Pemkot Yogya dan BAZNAS Laksanakan Bedah Rumah di Kampung Gamelan

bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menunjukakkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya dalam menekan angka jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) berupa program Bedah Rumah.

Kali ini Pemkot Yogya menggandeng BAZNAS Kota Yogyakarta dan didukung oleh elemen masyarakat swasta lainnya serta sejumlah OPD Pemkot Yogya kembali melaksanakan Bedah Rumah, dengan penerima manfaat Ibu Dian Prabandari, warga RT 20 RW 06 Kampung Gamelan, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Minggu (28/9/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemkot Yogya, Yunianto Dwisutono, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX. Wisnu Sabdono Putro, Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Darini, Anggota DPRD Komisi B Kota Yogyakarta Sigit Nurcahyo.

Juga hadir Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta H. Syamsul Azahari, Perwakilan OPD Pemkot Yogya, Jajaran Forkommantren Kemantren Kraton, Lurah Penembahan, Ketua LPMK Panembahan, Ketua Kampung Gamelan, PKK RW 06 Kampung Gamelan, dan perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutan dan laporannya, Ketua Panitia yang juga Ketua LPMK Panembahan Hj. Sri Herawati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para tamu dalam kegiatan Bedah Rumah di Kampung Gamelan.

Suasana acara Bedah Rumah di Kampung Gamelan, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Menurut Herawati, acara hari ini sungguh luar biasa karena dihadiri oleh bertaburan para Anggota DPRD Kota Yogyakarta di mana pada kegiatan serupa di minggu lalu tidak ada satu pun yang hadir. Seminggu yang lalu Wali Kota Yogyakarta beserta Pamela Grup hadir di RW 12 Kampung Panembahan, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton.

“Hari ini hadir kembali bersama BAZNAS Kota Yogyakarta untuk memberikan bantuan Bedah Rumah Ibu Dian Prabandari, Warga RT 20 RW 06 Kampung Gamelan. Semoga perjuang yang tiada lelahnya ini mendapat ridho oleh Allah SWT dan selalu penuh dengan berkah melimpah,” ujarnya.

Lanjut Herawati melaporkan, bahwa kegiatan bedah rumah telah diawali dengan gotong royong membersihkan rumah dan lainnya telah dilakukan oleh warga Gamelan dengan swadaya masyarakat sekitar Rp 2 juta. Kemudian RAB juga telah dipersiapkan, panitia juga telah menerima bantuan 15 sak semen dari manejeman PT. Anisku.

“Berikutnya tadi pagi menerima dari Sekwan DPRD Kota Yogyakarta. Selain bantuan untuk bedah rumah, BAZNAS Kota Yogyakarta juga memberikan 5 buah paket sembako untuk warga yang berhak. Juga terkait pengelolaan sampah bahwa di Kelurahan Panembahan telah mencoba melalui budi daya magot 11 kota dan untuk Gamelan sendiri telah ada 4 kotak magot,” beber Herawati, satu-satunya Ketua LPMK wanita di Pemkot Yogya.

Sementara itu, Yunianto Dwisutono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo pamit tidak dapat membersamai acara Bedah Rumah pagi ini lantaran adanya kegiatan yang bersamaan dan ia menitipkan salam untuk semua yang hadir juga pada warga setempat.

“Betul seperti yang disampaikan, bahwa kemarin di Kampung Panembahan juga dilaksanakan Bedah Rumah yang didukung oleh Pamela Grup. Alhamdulillah acara terlaksana lancar dan kalau sudah dua minggu pelaksanaan saya akan tengok untuk saksikan prosesnya lebih lanjut,” tegas Yunianto.

“Kalau masih ada kekurangan bisa dikomunikasikan dengan yang terkait, termasuk pada OPD yang mendampingi. Dan harapannya bedah rumah yang kesekian kalinya ini, termasuk untuk rumah Ibu Dian ini berjalan lancar dan barokah serta dapat ditempati lebih layak. Juga adanya gotong royong oleh warga nanti akan saya laporkan kepada Pak Wali,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Yunianto juga menyebut beberapa OPD Pemkot Yogya yang ikut berartisipasi dalam kegiatan Bedah Rumah kali ini diantaranya, Dinas Kesehatan, RSUD Pratama, dan dari Satpol PP.  Pihaknya juga mengingatkan soal Program Mas JOS agar benar-benar dilaksanakan dengan baik.

Acara seremoni penyerahan bantuan Bedah Rumah oleh BAZNAS Kota Yogyakarta kepada Seorang Warga Penerima Manfaat, di Kampung Gamelan. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Pada bagian lain, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX. Wisnu Sabdono Putro menambahkan terkait dengan persoalan sampah. Oleh karena itu, Pak Hasto (Wali Kota, red) mencanangkan masing-masing wilayah untuk mengelola sampah di wilayah masing-masing.

Menurut Wisnu, sementara Kota Yogya perharinya menghasilkan sekitar 300 ton perhari maka bagaimana warga masyarakat ini bersama-sama dengan pemerintah betul-betul mengelola sampah dengan baik. Pasalnya kita tidak bisa hanya mengandalkan pembuangan sampah saja, kita akan menyediakan inspirator di wilayah saja faktanya banyak wilayah yang keberatan dampaknya.

“Kami mendukung penuh program dari Pak Hasto, kami kemarin juga mengusulkan untuk memprioitaskan pengolahan sampah. Kedua, juga program kesehatan dan pendidikan. Berbagai event-event seperti WJNC juga dihapuskan karena seremoni atau event ini jangan sampai mengganggu program pengelolaan sampah,” ujar Wisnu.

Acara berikutnya, sebelum peninjauan ke rumah penerima manfaat dilakukan acara seremonial peresmian kegiatan Bedah Rumah, Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Darini melepaskan genting yang diserahkan kepada Panitia/ Ketua LPMK Panembahan, MPP Kemantren Kraton, Lurah Panembahan. Juga penyerahan 5 paket sembako oleh BAZNAS Kota Yogyakarta kepada warga setempat yang berhak. (ted)