bernasnews – Hampir setiap orang akan merasa bersyukur dan berusaha untuk dapat hidup sehat dan bahagia. Banyak cara dilakukan orang untuk meraih keadaan sehat dan bahagia. Ada yang disertai dengan biaya mahal, dan ada pula yang bahkan tanpa perlu biaya. Benarkah demikian?
Paling tidak, menurut Ahmad Syaify, ada kiat sederhana untuk sehat dan bahagia. Yakni tersenyum. Bahkan sosok yang sangat akrab dengan urusan gigi ini dengan tegas mengemukakan “The Power of Smile” sebagaimana menjadi topik pembicaraannya dalam acara peluncuran dan bincang buku “(Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik” di DPRD DIY, Sabtu 25/5/2025 lalu. Dia adalah salah satu pembicara sebagai anggota Persatuan Wartawan Sepuh (PWS) dan komunitas Kita Lansia yang menerbitkan buku itu.
Namanya memang singkat Ahmad Syaify. Namun gelar akademiknya berderet panjang. Di depan namanya tertulis Prof. Dr. drg. Sedangkan di belakang namanya tertulis Sp.Perio., Subsp.RPID (K), FISID. Itu menunjukkan bahwa dia adalah dokter gigi yang Spesialis, Doktor dan Profesor. Dua anaknya dari perkawinan dengan Siti Azizah adalah dokter gigi. Sedangkan dua menantunya adalah dokter.
Pada acara Pengukuhan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di kampus UGM, Selasa (24/6/2025) dia akan menyampaikan pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Medisin Periodontal pada Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Judul pidato profesor yang murah senyum ini adalah “Periodontitis Diabetika Kompleksitas Penyakit dan Tantangan Multidipliner”.
SENYUM SEADANYA
Ada empat bagian yang dia sampaikan dalam narasi peluncuran buku para lansia itu. Yakni Arti penting senyuman dalam kehidupan; Bahasa senyum : senyum sebagai ekspresi perasaan; Senyum berkualitas seperti apa?; Peran dokter gigi dalam “mereparasi senyum”.
Makna senyuman bagi umat manusia adalah menebar kegembiraan, berbagi kebahagiaan, dan energi positif ke sekitar kita. Banyak fungsi dan manfaat senyum, antara lain senyum membuat kita nampak menarik, senyum mengubah perasaan positif, senyum atau kegembiraan menular ke sekitar kita, senyum meringankan stress, senyum memperbaiki sistem imun kita, senyum menurunkan tekanan darah, senyum menstimuli endorfin dan serotonin, senyum “mengangkat” wajah dan membuat awet muda, senyum memberi kesan kita sukses, dan senyum membantu bersikap positif.
Senyum tentu bukan hanya milik kita sendiri, namun bersifat universal, Senyum dapat dilihat dari aspek kebudayaan masyarakat yang berbeda-beda. Orang Jepang tersenyum kalau bingung dan marah. Orang Rusia jarang tersenyum, kalau banyak senyum malah dikira aneh. Orang Indonesia/Asia Tenggara termasuk murah senyum dan ramah. Sedangkan orang Amerika tersenyum kepada teman-teman saat bertemu sebagai penghangat hati, tetapi tidak mudah tersenyum kepada orang yang tidak dikenal.
Lalu seperti apa senyum yang berkualitas itu? Menurut Ahmad Syaify, adalah senyum seadanya dan autentik, senyum ada kadarnya; Senyum yang menebar kegembiraan dari hati, tulus, tidak dibuat-buat; Mengaktifkan otot zygomatic major; Mengangkat kedua sudut bibir ke atas; Membentuk crow feet di bawah mata, otot sekitar mata; Mata ikut berbinar; dan Menebar energi positif.
Pada akhirnya, dari segi kedokteran gigi, menurut pemilik Syaify Dental Yogyakarta ini, senyum yang indah itu menampakkan deretan gigi yang rapi, bersih dan sehat, serta menyenangkan untuk dipandang. (mar)












