Pekan Fotografi Sewon Ke-17: Perayaan Kreativitas dan Transisi Menuju Profesionalisme Mahasiswa Fotografi ISI Yogyakarta

Suasana Pekan Fotografi Sewon (PSF) yang ke-17, di Galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta. (Foto: Kiriman Ajeng Putri Anggraini CP)

bernasnews — Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menyelenggarakan Pekan Fotografi Sewon (PSF) yang ke-17. Acara ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian mahasiswa dalam Tugas Akhir, sekaligus menjadi ruang refleksi dan perayaan transisi menuju dunia profesional di bidang seni fotografi.

Mengusung tema “Sweet Seventeen”, PSF ke-17 berlangsung pada 18–28 Juni 2025 di Galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta. Tema ini dipilih sebagai simbol kedewasaan, menggambarkan semangat, eksplorasi visual, dan pencapaian kreatif para mahasiswa yang telah menempuh proses pendidikan di lingkungan akademik ISI Yogyakarta.

Acara resmi dibuka pada Rabu sore, 18 Juni 2025, oleh Prof. Drs. Suprapto Sujono, MFA, Ph.D., dengan prosesi simbolis meniup lilin pada kue ulang tahun. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn, Rektor ISI Yogyakarta; Dr. Edial Rusli, S.E., M.Sn, Dekan FSMR, serta Novan Jemmi Andrea, M.Sn, Ketua Program Studi Fotografi; jajaran dosen, mahasiswa, dan tamu undangan.

Pekan Fotografi Sewon tahun ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain, pameran karya Tugas Akhir mahasiswa, artist talk dan diskusi panel, gallery tour, pertunjukan musik bertajuk Jaming, dan sesi interaktif “Hunting Full Senyum” yang menjadi ajang relaksasi sekaligus interaksi kreatif di lingkungan kampus.

Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga menjadi forum berbagi gagasan serta mempererat hubungan antara mahasiswa, akademisi, pelaku seni, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Fotografi, Novan Jemmi Andrea, M.Sn., menyampaikan bahwa PSF merupakan puncak pencapaian mahasiswa selama menempuh pendidikan di program studi fotografi. “Namun lebih dari itu, ini juga merupakan batu loncatan untuk terus berkembang sebagai individu kreatif yang akan menghadapi tantangan di dunia kerja dan seni,” ujarnya.

Dekan Fakultas Seni Media Rekam, Dr. Edial Rusli, S.E., M.Sn., menegaskan pentingnya pameran sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. “Ini adalah proses menuju dunia yang sesungguhnya. Ilmu dan pengalaman selama studi harus menjadi bekal dalam perjalanan karier ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Drs. Suprapto Sujono, MFA, Ph.D. menyoroti pameran ini sebagai momentum transisi mahasiswa dari proses belajar menuju tahap profesional. Ia berharap semangat kolaboratif dan kreativitas mahasiswa dapat terus berkembang di masa depan.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., turut mengapresiasi keberlanjutan PSF sebagai inisiatif yang lahir dari kebutuhan dan kreativitas mahasiswa. “Awalnya ini adalah ruang alternatif untuk menampilkan karya Tugas Akhir, kini telah menjadi agenda tahunan yang penting dan dinantikan,” ujarnya.

Dengan konsistensi pelaksanaan hingga tahun ke-17, Pekan Fotografi Sewon telah menjadi salah satu agenda seni dan budaya yang penting di lingkungan ISI Yogyakarta. Melalui semangat kolektif, eksplorasi visual, dan dedikasi tinggi para mahasiswa, PSF ke-17 menunjukkan bahwa fotografi bukan hanya praktik teknis, melainkan juga medium refleksi, komunikasi, dan ekspresi seni yang kuat. (Ajeng Putri Anggraini CP, Mahasiswa STMM MMTC Yogyakarta)