bernasnews – Pengelola Wisata Taman Breksi mempersembahkan “Pertunjukan Musik Batu” di obyek wisata setempat, Gunungsari, Sleman, DIY, Minggu (25/5/2025) pukul 15.00 WIB sampai selesai. Komposer kontemporer Dr. Memet Chairul Slamet kembali menggelar karya environmental art di acara tersebut bersama Gangsadewa dalam tajuk “Batu Breksi Bernyanyi”. Selain Memet, akan tampil pula kegiatan lukis dan puisi oleh Masyarakat Seni Lukis Yogyakarta serta Keluarga Tebing Breksi.
Memet kepada bernasnews mengemukakan, bersama Gangsadewa Etnik Ansamble berkolaborasi melibatkan para pekerja Tebing Breksi dengan skema partisipatory performance dengan penata gerak Agung Gunawan.
“Keterlibatan para pegawai Tebing Breksi secara langsung merupakan aktualisasi gagasan kreatif komposer sekaligus representasi peran aktif masyarakat sebagai bagian dari pengelola Tebing Breksi. Penetapan status situs geoheritage Tebing Breksi memiliki keunikan dari aspek eksisting, bentang lempeng-lempeng batu jutaan tahun lalu sangat eksotis, sekaligus artistik sebagai tempat gelaran performance musik kontemporer,” kata dia.
Menjadi kreator komposer kontemporer bagi Memet jadi intens mengolah bunyi berbasis material alam. Pergulatannya dengan material batu sebagai sumber kekaryaannya bukan kali pertama. Musik batu telah mengantar dia meraih gelar akademisnya strata Doktoral. Artinya proses eksplorasi batunya teruji baik di lapangan maupun di kalangan civitas akademika.
Mengangkat isu ekologi dalam konteks environmental art menjadi tantangan tersendiri bagi sang komposer, mengakomodir gagasan musikal bersumber kerasnya tekstur batuan adalah bagian mengasah kemampuan instuisi auditif Dr Memet. Memberikan sentuhan kompositorik bersumber timbre serta tonalitas minimalis dengan mempelajari morfologis batuan menjadi satu karya komposisi alami yang layak diapresiasi dan dicatat sebagai tindakan ilmiah ruang ekspresi seni.
“Menemukan keindahan bunyi dari bongkahan batu dan serpihan kerikil dibalut nuansa akustik lempengan tebing batuan piroklastik maka lahirlah karya Batu Breksi Bernyanyi. Semoga Tebing Breksi tetap tegar jadi saksi peradaban,” kata Dr. Memet Chairul Slamet. (mar)










