News  

Diskusi Buku “Ruang Publik” Karya 25 Lansia di DPRD DIY

Flyer diskusi buku “Ruang Publik” di Gedung DPRD DIY, Sabtu (24/5/2025).

bernasnews – Sastra Bulan Purnama (SBP), Tonggak Pustaka dan DPRD DIY akan menyelenggarakan diskusi buku berjudul “(Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik” di Ruang Paripurna 2, lantai 2, Gedung DPRD DIY, Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (24/5/2025) pukul 12.00 WIB. Buku ini ditulis oleh 25 lansia yang tinggal di kota berbeda: Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang dan Yogyakarta. Peserta diskusi terbatas 80 orang dan sudah penuh.

Turut mendukung diskusi, PT. Luas Birus Utama (LBU) dan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS). Keduanya adalah mitra SBP, karena beberapa penulis dalam buku ini sekaligus anggota PWS Yogyakarta. 

Direktur PT LBU Dr. Harris Susanto mempunyai perhatian terhadap pengembangan literasi, dan sudah beberapa kali mendukung kegiatan SBP. Menurut dia, di usia lansia, aktivitas menulis masih terus dilakukan, artinya pikiran tidak dibiarkan berhenti untuk bekerja. Malah, sebaliknya dijaga agar terus digunakan, sehingga dalam usia tua, pikiran tetap waras.

“Saya kira, lansia perlu terus diberi ruang, agar kreativitasnya tetap terjaga, menulis merupakan salah satu aktivitas dari sejumlah aktivitas lainnya. Hal yang menarik, menulis lebih banyak menggunakan pikiran, dan menulis perlu banyak membaca. Tanpa memiliki tradisi membaca, tulisannya akan terasa kering,” kata Harris.

Koordinator diskusi Ons Untoro kepada bernasnews mengemukakan, acara ini akan menghadirkan tiga nara sumber yakni Anggota DPRD DIY/Fraksi PDIP Fajar Gagana, S.T., Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Prof. Dr. Drg. Ahmad Syaify, Sp Perio, Subsp RPID (K) FISID, serta sutradara dan penulis naskah Genthong HSA, Moderator, Pengajar  Prodi HI, Fisip Universitas Kristen Indonesia, Jakarta Sinta Herindrasti, MA.

Menurut Ons yang juga koordinator SBP, agenda ini merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan tiap bulan Mei. Pada bulan Mei 2024 buku yang diterbitkan berjudul “Kita Lansia: Terus berkarya, Bahagia, Penuh Berkah” ditulis oleh 33 lansia dari berbagai kota. Bulan Mei 2025, para lansia kembali menulis dan bukunya diberi judul “(Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik”. 

“Setiap bulan Mei di tahun yang berbeda, para lansia akan terus menulis dan diterbitkan menjadi buku, setidaknya untuk menjaga agar pikirannya di usia lansia masih tetap waras,” lanjut dia.

Sebelum diskusi, dua penyair dari Jakarta dan Semarang yakni Nia Samsihono dan Sulis Bambang, yang ikut menulis dalam buku ini, akan mengawali membaca puisi karya masing-masing.

Dua puluh lima penulis buku “(Lanisa) Indonesia Tanpa Ruang Publik” ialah Ahmad Syaify, Agoes Widhartono, Ahmadun Yosi Herfanda, Anti Soeleman, Dikdik Sadikin, Genthong HSA, Gunawan, Gunoto Saparie, Halim HD, Lies Wijayanti SW, Mustofa W. Hasyim, Nia Samsihono, Ninuk Retno Raras, Ons Untoro, Osmar Tanjung, Ratna Hendarsi, Simon HT, Sinta Herindrasti, Sri Wahyu Wardani, Sulis Bambang, Sumardiyanto, Sunarto, Sutirman Eka Ardhana, Wara Kusharwati dan Y.B. Margantoro. (*/mar)