Pameran Nandur Srawung XI Digelar di TBY, Gandeng 75 Seniman Lintas Generasi

Pameran Nandur Srawung XI Digelar di TBY, Gandeng 75 Seniman Lintas Generasi. (Foto : Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Pameran seni Nandur Srawung XI secara resmi dibuka di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Dinas Kebudayaan DIY bersama Taman Budaya Yogyakarta menggelar pameran seni rupa ini hingga 28 Agustus mendatang.

Nandur Srawung #11 ini mengusung tema Wasiat: Legacy dan menghadirkan lebih dari karya 75 seniman lintas generasi.

Pameran ini menjadi perayaan warisan seni rupa dari para seniman pendahulu sejak 1945-1955. Selain itu Nandur Srawung juga menjadi wadah eksploras warisan seni yang sudah ada sebelumnya mempengaruhi seniman masa kini dalam berbagai aspek seperti sosial, budaya, dan artistik.

“Legacy, warisan ini sangat masuk dengan tematik-tematik di Jogja saat ini. Agenda kami pada malam hari ini merupakan implementasi nilai Mikul Dhuwur Mendhem Jero, ini cara memaknai generasi penerus di seni rupa,” kata Kepala Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi.

Bagi dia, Nandur Srawung #11 ini terbilang istimewa. Sebab, pelaksanaannya tak jauh dari Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI dan Peringatan Undang-Undang Keistimewaan ke-12 DIY. Hal ini sejalan dengan tema Nandur Srawung kali ini, yakni Wasiat: Legacy.

Lewat gelaran Nandur Srawung #11 pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk menghargai karya seniman terdahulu. Melalui berbagai karya yang ada, masyarakat dibawa untuk melihat karya seni rupa dari berbagai generasi. 

“Ini maknanya dalam dan jadi tantangan bagi generasi sekarang spesial yang ikut aktivitas Nandur Srawung. Bagaimana menjawab tantangan yang terjadi dulu dan sekarang,” ungkapnya.

Kepala TBY Purwiati mengatakan, pameran Nandur Srawung XI melibatkan seniman dari berbagai usia. Hal itu bertujuan untuk menjalin hubungan antarseniman khususnya dalam menarik benang merah keilmuan seni rupa. 

Beberapa program juga diselenggarakan dalam gelaran Nandur Srawung XI, di antarannya, program Nandur Gawe, Srawung Sinau, Bursa Seni, Srawung Moro, Nandur Kawruh, Srawung Temu dan Lokakarya untuk Publik. Terdapat perbedaan konsep program dari tahun sebelumnya. 

“Sesuai dengan tema yakni wasiat ilmu pengetahuan seni rupa yang harus dilestarikan generasi muda,” ujarnya di TBY.

Kurator pameran Irene Agrivina mengatakan, pameran Nandur Srawung XI mengusung lima nilai visi. Pertama inklusi, rekreasi, edukasi, inovasi dan kolaborasi. 

“Lima poin kami terjemahkan dalam pameran dan berbagai program yang terselenggara,” tandasnya. (lan)