News  

23 DDS dari PMI DIY Terima Satyalancana Kebaktian Sosial, Dua Peserta DDS Plus Dapat Doorprize Ziarah Ke Tanah Suci

Ketua PMI DIY GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi foto bersama 23 orang Pendonor Darah Sukarela dari Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) penerima Anugerah Penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Sejumlah 23 orang Pendonor Darah Sukarela dari Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menerima Anugerah Penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial (SLKS), di Jakarta, pada Senin (5/8/2024).

Ketua PMI DIY GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi mengemukakan, bahwa Satyalancana Kebaktian Sosial diberikan kepada Pendonor Darah Sukarela (DDS) yang telah mendonorkan darahnya 100 kali atau lebih. Menurutnya, mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang telah menyumbangkan darahnya secara sukarela. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah RI.

Untuk pengajuan SLKS tahun ini adalah tahun pelaksanaan 2019-2020 yang sempat tertunda lantaran Pandemi Covid-19. “Usia pendonor darah paling tertua dari DIY adalah 73 tahun berasal dari Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta, termuda berusia 50 tahun berasal dari Unit Donpr Darah PMI Kabupaten Gunungkidul, serta pendonor darah terbanyak sejumlah 138 kali dari Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta,” terang Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY yang humble itu.

Rombongan Pendonor Darah Sukarela (DDS) dari PMI DIY foto bersama. (Foto: Istimewa)

Penghargaan ini adalah kerja sama PMI Pusat dengan Kementerian Sosial yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden kepada 1.591 orang pendonor darah dari seluruh Indonesia, 23 di antaranya dari DIY terdiri dari 16 orang berasal dari Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta, Gunungkidul sejumlah 3 orang, Bantul sejumlah 2 orang, dan Kulon Progo sejumlah 2 orang.

“Pada saat penghargaan, panitia juga memberikan 10 doorprize untuk berangkat umrah atau ziarah tanah suci, dan dua orang di antaranya yang mendapatkan adalah pendonor darah dari DIY atas nama R. Gatot Haryono dan Wilhelmus Haryana,” tutur Gusti Prabu, dalam keterangan yang dikirim.

Sementara itu, F. Pradonggo Pranoto pendonor tertua dari DIY yang menjadi perwakilan penerima penghargaan menyampaikan, bahwa ia akan mendorong anak-anak muda untuk donor darah sebagai bagian pola hidup sehat. Juga berharap donor darah untuk dimasukkan dalam kurikulum wajib oleh pemerintah. “Sehingga manfaat secara medis dengan berdonor darah akan dipahami sejak dini oleh Gen Z. Selain itu, kebutuhan darah di DIY akan selalu terpenuhi,” ujar Pradonggo. (*/ ted)