Sanggar Tari INTAN SARI Lahir Berkat Keinginan Menari Sutini Sejak Kecil 

Pendiri Sanggar Tari INTAN SARI Dra. Ch. Sutini dan pentas tari di Nogosari, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY, 28 Oktober 2023. (Foto : Humas sanggar tari)

bernasnews – Jangan abaikan keinginan dan apalagi hobi terhadap sesuatu. Karena kalau hal itu dikembangkan dapat menjadi pekerjaan atau profesi. Kalaupun tidak dikembangkan atau karena terhambat oleh suatu  hal, dapat saja muncul semangat lagi di kelak kemudian hari.

Hal ini terbukti atas keberadaan dan karya sebuah sanggar tari bersama INTAN SARI yang beralamat di Nogosari RT 03 RW 27, Sidokarto, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Sanggar kami ini berdiri pada tanggal 1 Juli 2019. Sebuah perjalanan panjang untuk mewujudkannya. Awalnya, ketika masih kecil sebagai putri sulung dari beberapa saudara, saya menyukai menari. Ingin sekali dapat menari. Tapi situasional waktu itu belum mungkin dikembangkan. Ya hobi itu terpaksa ‘dipendam’ sekian lama. Baru muncul dan dapat saya salurkan melalui putri dan cucu kami. Mareka yang tampil menari,” kata Pendiri Sanggar Tari INTAN SARI Dra. Christina Huberta Sutini kepada bernasnews, Rabu (8/11/2023). 

Menurut ibu dua putra putri dan dua cucu yang sudah purna tugas dari kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogyakarta ini, tujuan didirikan Sanggar Tari INTAN SARI adalah untuk memberikan wadah pada generasi muda yang mempunyai hobi di bidang seni. Kemudian untuk menyalurkan bakat seni generasi muda; memberikan hiburan bagi warga; melestarikan, mengembangkan dan membangkitkan seni budaya bangsa.

“Selain itu, untuk memberikan kegiatan positif bagi generasi muda khususnya generasi muda Dusun Nogosari yang senang dengan kegiatan seni,” katanya. 

Berkenaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023, Sanggar Tari INTAN SARI mengadakan pentas seni di kediaman Sutini dusun Nogosari, Minggu (29/10) dengan dukungan Dana Keistimewaan Dinas Kebudayaan DIY.  

Ada enam tarian disajikan pada kesempatan itu. Yakni Tari Sintren (dengan penari Khalifa, Shezan, Ara, Aqila, dan Nina); Tari Caping Ayu (Gwenn); Tari Tumandang Gawe (Tata dan Septi); Tari Angguk Manis (Dara, Kingkin, dan Aida); Tari Suka Parisuka (Gadis, Dena dan Hida); Tari Yogya Menari (semua penari sebanyak 14 orang anak).

Untuk memeriahkan pentas tari yang panitianya diketuai oleh Windaryanto, AMD ini, ditampilkan pula seni angklung dari Grup Angklung Adiyuswa Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Sleman, dengan persembahan lagu Nyiur Hijau, Gundul-gundul Pacul, Suwe Ora Jamu, Doa Restu Ibu dan Tanah Airku. 

Aneka pentas dan lomba 

CH Sutini mengemukakan, pada pertengahan Agustus 2019 sanggar ini pentas tari di dusun Nogosari, bulan September 2019 pentas di desa Sidokarto. Selanjutnya ikut pentas tari di Dapur Warna, Mini Zoo Jogja Exotarium, Mall, dan lain-lain. Tanggal 1 Maret 2020 pentas di Jogya City Mall. 

Pada tanggal 13 Maret 2020 diadakan rapat pembentukan pengurus, pembentukan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan lain-lain untuk pengajuan Nomor Induk Kebudayaan (NIK) Daerah Kabupaten Sleman dari Dinas Kebudayaan Kebudyaan Kabupaten Sleman dan telah diberikan NIK : 2.071.2023.167 pada tanggal 16 Mei 2023

Tanpa diduga dan diharapkan, datang musibah Covid 19. DIY dinyatakan resmi kena virus Corona pada tanggal 16 Maret 2020. Sejak itu, Sanggar Tari INTAN SARI tutup, dan baru buka kembali 15 September 2023. Jadi sempat tutup selama 2,5 tahun.

Ketika mulai buka kembali, muridnya yang semula sudah banyak, tinggal sedikit, karena ada murid yang pindah sanggar, ada yang sudah besar sedikit menjadi malu sehingga tidak datang latihan lagi.

“Meski murid hanya sedikit, dengan telaten sanggar tetap berjalan dan mengadakan latihan menari lagi. Berkat bimbingan bu Dukuh dan support dari pengurus sanggar, serta memberikan info di Sosial Media, lama lama murid mulai bertambah. Anak-anak sudah sering pentas antara lain dalam acara Natalan, pentas Jatilan, pentas di Mall, Festival Budaya Nogosari, dan sudah mengikuti lomba tari,” kata Sutini.

Dia berharap Sanggar Tari INTAN SARI semakin maju, mempunyai murid yang tidak hanya anak-anak saja tetapi juga remaja, orang dewasa, dan ibu-ibu. Atas kegiatan selama ini, dia menyampaikan terima aksih kepada Lurah Sidokarto, Dukuh Nogosari, Pengurus Sanggar Tari Intan Sari, Ordadino (Organisasi Muda Mudi Nogosari) dan warga masyarakat Nogosari. (mar)