Kirab Karnaval Wayang Ikut Semarakan Giat Budaya Genta#3 Festival Toleransi Nusantara Di Bali

Suasana persiapan kirab karnaval wayang memeriahkan perhelatan akbar Genta#3 Festival Toleransi Nusantara, di Kabupaten Badung, Bali. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Ratusan seniman dari penjuru Nusantara mewakili daerah asalnya ikut berpartisipasi menampilkan karya terbaiknya dalam seni dan budaya pada perhelatan akbar Genta#3 Festival Toleransi Nusantara, di Kabupaten Badung, Bali, tanggal 2 – 5 November 2023.

Genta sendiri merupakan akronim dari Gelar Nada dan Tari Nusantara, yang penggagasnya adalah Ki Nengah Rate Artana merupakan Alumni Etnomusikologi ISI Denpasar dan juga seorang dosen Universitas Dhyana Pura Bali.

Ki Mujar Sangkerta selaku Koordinator Kirab Karnaval Wayang mengatakan, bahwa gelaran budaya itu diikuti oleh 600 seniman yang berasal dari 11 provinsi. Dalam kirab karnaval wayang untuk memeriahkan Genta#3 Festival Toleransi Nusantara, Ki Mujar menggunakan properti wayang klasik.

“Properti wayang klasik yang kami tampilkan ini merupakan koleksi Prof. Nyoman Sedana, Dosen Pertunjukan ISI Denpasar dan Ketua PEPADI Bali,” terang dia, melalui pesan whatsapp, Senin (6/11/2023).

Anak-anak setempat ikut berpartisipasi dengan menampilkan permainan tradisional egrang. (Foto: Istimewa)

Lanjut Ki Mujar Sangkerta menjelaskan, kebetulan pas hari Minggu pagi di komplek pusat Pemerintahan Kabupaten Badung selalu diadakan Jalan sehat bersama masyarakat sekitar. Juga para pegawai Instansi-instansi terkait yang ada di situ.

“Adik-adik pelajar SD, SMP, SMA Kabupaten Badung. Ada barisan yang menggunakan Egrang Bambu sebanyak 50 anak. Sedangkan yang memegang wayang kulit klasik Bali ada sebanyak 250 orang yang terdiri dari mahasiswa Universitas Dhyana Pura dan para peserta Genta#3,” ujar seniman jebolan ISI Jogja itu.

Karnaval berlangsung meriah, kumpul start dari Lapangan Puspem Badung Bali  dan berakhir di Halaman Wantilan (Pendopo) DPRD Kabupaten Badung, Bali tempat lokasi perhelatan akbar Genta# 3 Festival Toleransi Nusantara. Venue atau tempat gelaran tersebut juga dimeriahkan oleh setting artistik tulisan dan gunungan (kekayon) dari jerami padi karya Ki Mujar Sangkerta. (ted)