bernasnews – Sudah menjadi tradisi, keluarga anoa selalu berkumpul setiap kali kawannya melahirkan bayi anoa baru. Setiap ada kelahiran bayi, itu artinya reuni kembali.
Kali ini, reuni akan dilakukan di Hutan Labengga. Seekor anoa lembah bernama Moli harus berjalan jauh mendaki Gunung Galang dan menuruni lerengnya untuk sampai di Hutan Labengga. Apakah perjalanannya akan berjalan mulus?
Demikian sepenggal kisah si Moli, anoa atau kerbau kenit yakni binatang endemik yang hidup di Sulawesi dan Puau Buton, yang ditulis oleh sastawan Nana Ernawati dalam buku bertajuk Reuni Anoa Lembah (Lowland Anoa Reunion. Buku warna bergambar dengan tebal 30 halaman ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Jane Ardaneshwari, ilustrator Nai Rinaket, dan diterbitkan oleh Lembaga Seni & Sastra (LSS) Reboeng yang dipimpin Nana Ernawati.
Peluncuran buku itu dilakukan oleh Nana Ernawati dalam sebuah pentas semarak di RTHP (Ruang Terbuka Hijau Publik) Ratmakan, Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Yogyakarta, Jumat (20/10/2023) malam. Acara dibuka oleh Ketua RW 07 Ratmakan Nur Oryza Argo yang sangat mengapresiasi acara ini.
Puluhan anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Parade Senja Ratmakan Yogyakarta, beberapa orangtua mereka dan undangan dengan penuh antusias menyaksikan pentas dongeng Reuni Anoa Lembah. Bersama Nana Wernawati, Eko Winardi dan Joana Lita, mereka juga bernyanyi bersama dengan suka cita.
Mengapa buku, mendongeng, dan anak-anak? Nana Ernawati yang tinggal di Jakarta dan aktif melakukan kegiatan Literasi Anak, kerja-kerja kebudayaan dan kesenian ini memiliki keyakinan dalam penguatan karakter anak-anak bangsa. Bahwa buku, mendongeng dan anak-anak menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dalam pendidikan karakter dan peradaban.
“Anak-anak kita harus diarahkan dan dibantu untuk suka membaca, menulis dan berhitung. Para orangtua hendaknya mau dan mampu mendongeng bagi anak-anak mereka. Tidak harus dengan cerita yang susah atau muluk-muluk. Bisa mengambi materi apa saja yang ada di sekitar kita. Yang penting, ada nilai-nilai kebaikan atau keutamaan hidup yang disampaikan,” kata Nana yang menulis banyak buku, antara lain Mendongeng, Yuk!. 
Tentang binatang endemik anoa yang dia tulis, memang sengaja dikenalkan kepada anak-anak Indonesia agar mereka paham perlunya pelestarian lingkungan hidup. Binatang-binatang endemik di Indonesia itu sangat terbatas dan hanya tinggal di daerah tertentu. Nana berencana menulis 20-an buku anak tentang binatang endemik. Buku Reuni Anoa Lembah itu adalah buku ke-6 dari seri itu.
Sebelum peluncuran buku itu, LSS Reboeng menyelenggarakan lomba mendongeng Reuni Anoa Lembah. Seleksi dilaksanakan pada hari Senin (16/10) dan final pada Kamis (19/10) di gedung eks Kalurahan Ngupasan, Yogyakarta. Pemenangnya adalah Juara 1 Elvareta Cira Indy Faustine, Juara 2 Aisyah Shafa Afifash, Juara 3 Annasya Dya Hayunnisa dan Afifah Elvina Putri. Dewan juri lomba terdiri dari Nana Ernawati, Faig Zein Ende Riza dan Ana Ratri.
EO acara Ana Ratri menyatakan senang kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sambutan warga setempat khususnya anak-anak/remaja yang tergabung dalam Komunitas Parade Senja Ratmakan sangat meriah. “Kami tim juri mengapresiasi peserta memiliki pemahaman materi buku dengan baik dan mampu mendongengkannya dengan baik pula,” kata dia. (mar)










