bernasnews – Dubes Besar Republik Indonesia di Vatikan Trias Kuncahyono menghadiri acara kaul kekal empat biarawati (dua dari Indonesia dan dua dari Timor Leste) di Capua, Italia, akhir pekan ketiga September 2023. Kota Capua berjarak 189,6 km selatan Roma dan 25 km utara Napoli. Empat orang itu biarawati Kongregasi Fransiskan, dari Hati Kudus Yesus dan Maria.
Dalam tulisan esai bertajuk Spartacus Capua yang dikirimkan kepada bernasnews, Trias Kuncahyono mengemukakan, Capua adalah kota pertama yang dia kunjungi sejak memulai bertugas di Vatikan. Capua adalah kota kecil seluas 48,63 km2 dan berpenduduk sekitar 18,5 ribu orang. Capua adalah kota kuno. Kota yang sekarang bernama Santa Maria Capua Vetere ini didirikan sekitar tahun 660 Sebelum Masehi (SM).
Begitu mendengar kata Capua, ingatan Trias langsung ke cerita lama tentang seorang gladioator kondang bernama Spartacus. Dia juga dikenal dengan nama Spartacus Capua, karena dari Capua. Kisah gladiator ini pernah difilmkan pada tahun 1960 dengan pemeran utama Kirk Douglas.
Spartacus adalah seorang budak yang memimpin pemberontakan para budak melawan penguasa Romawi. Menurut legenda, ketika tentara Romawi berhasil menumpas pemberontakan itu pada tahun 71 SM, mereka sia-sia mencari Spartacus yang asli. Setiap tawanan menyatakan “Saya Spartacus”, sebagai tanda solidaritas yang agung. Solidaritas kaum tertindas. Solidaritas para budak yang diperlakukan secara tidak manusiawi.
“Tetapi kemarin, kami ke Capua tidak untuk nonton gladiator, karena memang sudah tidak ada. Kami menghadiri kaul kekal empat biarawati Kongregasi Fransiskan, dari Hati Kudus Yesus dan Maria. Acaranya di Gereja Santissima Annunziata atau biasa disebut Gereja Santa Maria Menerima Kabar Baik yang dibangun abad ke-16 Dua dari Indonesia yakni Suster Laurensia Uko Sogen dan Suster Sabina Sarce Doro dari Flores dan dua dari Timor Leste yakni Suster Maria Amelia De Jesus Correia dan Suster Natalia Maria Da Costa Oliviera,” kata Trias.
Menurut Dubes RI Vatikan yang asli Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, kaul adalah janji yang diucapkan oleh seorang anggota riligius (Suster, Frater, Bruder, Imam dan semua pelayan Gereja Katolik yang terlibat dalam hidup membiara) di hadapan Allah. Kaul yang mengikat secara kekal dalam waktu yang lama, bahkan seumur hidup. Berarti menyatakan hidup seutuhnya bersama Yesus Kristus.
Trias Kuncahyono mengemukakan, seperti para gladiator, para suster itu adalah para petarung yang memegang teguh kukuh keutamaan dan janji sumpah setianya untuk mengabdi kepada Tuhan sepenuh hati dan pikirannya, meninggalkan sanak saudara dan kampung halamannya. Mereka adalah petarung-petarung Cinta Kasih. (mar)












