450 Seniman Jogja Semarakkan Hari Tari Dunia

Sejumlah penari Jogja Joged saat melakukan sedikit pertunjukan. (foto : wulan/bernasnews)

bernasnews – Sebagai salah satu kota budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta turut serta dalam menyemarakkan peringatan Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 April.

Solidaritas seniman tari di Yogyakarta itu akan berpartisipasi kembali dalam perayaan tersebut melalui gelaran Jogja Joged yang telah diinisiasi sejak 2019 lalu.

Ketua Panitia Jogja Joged 2023, Acun Kuncoro Dewo menyebut sebanyak 450 seniman tari akan terlibat dalam perhelatan Jogja Joged 2023 yang rencananya bakal diselenggarakan di Taman Budaya Kulonprogo.

“Total yang terlibat dalam acara itu sebanyak 450 orang terdiri dari penari dan panitia itu juga semuanya dari seniman tari,” kata Ketua Panitia Jogja Joged 2023, Acun Kuncoro Dewo, dalam keterangan yang diterima, Sabtu (29/4/2023).

Acun mengatakan perhelatan Jogja Joged tahun ini merupakan gelaran yang ketiga, di mana kearifan lokal masih menjadi tema utama yang diangkat dan disuguhkan melalui berbagai tarian.

Sementara ratusan seniman itu merupakan gabungan dari seluruh penari yang ada di Yogyakarta, dimana masing-masing dari mereka ikut serta untuk menyemarakkan peringatan Hari Tari Sedunia tersebut.

“Setiap tahun kami akan berubah konsep terus, pergantian kreatif itu nanti akan kita rolling. Dan dalam puncak acara, akan ada Tarian kolosal Joged Angguk yang ditarikan oleh perwakilan dari empat kabupaten dan satu kota yang ada di DIY beserta pelajar dari wilayah Kulon Progo menjadi closing ceremony dalam perayaan HTD 2023,” paparnya.

Tak hanya disuguhkan oleh seniman tari lokal saja, rupanya pihaknya juga mengundang seniman dari mancanegara seperti Jepang, Ekuador dan Jerman yang akan berkolaborasi dengan seniman Indonesia dalam gelaran tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyampaikan, DIY sebagai Kota Budaya memang perlu memberikan apresiasi mengenai seni tari tersebut salah satunya melalui peringatan Hari Tari Dunia (HTD) yang akan diselenggarakan di Taman Budaya Kabupaten Kulon Progo pada Sabtu (29/4/2023).

“Tujuan utama yang terpenting adalah bahwa itu menjadi suatu momen yang luar biasa bagi kita di Yogyakarta. Bagaimana nanti, seniman-seniman tari menjadi ajang silaturahmi, ajang untuk melupakan dan meyakinkan diri (maupun) komunitas dan juga kita selaku area/wilayah budaya, bahwa seni tari menjadi ajang yang penting dan menjadi bagian yang berkontribusi di dalam meningkatkan dan mengembangkan kebudayaan di DIY,” pungkasnya. (lan)