bernasnews — Pagelaran ketoprak dengan para pemain dilakukan oleh pejabat pemerintahan sudah biasa diselenggarakan di Jogja, dengan cerita garapan berlatar belakang kerajaan dengan persoalan perebutan tahta atau wanita. Namun pementasan yang akan datang ini tentu luar biasa lantaran garapa ceritanya adalah persoalan sampah.
Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menggelar Ketoprak Nara Praja. Gelaran ketoprak ini bertujuan untuk mengkampanyekan Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) ini akan dipentaskan bertempat, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (9/3/2023) mendatang, pukul 19:30 WIB, terbuka untuk umum dan gratis.
Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menjelaskan, bahwa ketoprak ini mengusung tema ‘Slangkrah Memasuh Malaning Bumi’, yang bercerita tentang negeri Amarta yang dilanda pagebluk hingga banyak penduduk yang mati.
“Sebagaimana kita tahu, sampah menjadi isu terkini di Kota Yogyakarta. Melalui gerakan zero sampah anorganik yang dilakukan Pemkot Yogyakarta diharapkan dapat menekan angka produksi sampah rumah tangga yang dibuang di TPS,” ungkap Aman, saat jumpa pers, di Balaikota Yogyakarta, Selasa (7/3/2023).
Dikatakan, pementasan Ketoprak Nara Praja ini selain sebagai media pelestarian kebudayaan juga sebagai wadah untuk mengedukasi masyarakat berkaitan dengan isu sampah. “Kampanye gerakan zero sampah anorganik harus dilakukan secara besar-besaran, termasuk melalui kegiatan seni budaya yakni ketoprak,” tegas Aman Yuriadijaya, yang juga sebagai Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti menambahkan, dalam ketoprak tersebut juga melibatkan seniman ketoprak ternama seperti Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso, Dalijo Angkring, dan Rio Srundeng.
“Gelarann ini juga sebagai bentuk komitmen kami (Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta) dalam mewujudkan upaya pembinaan, pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kota Yogyakarta,” imbuh Yetty.
Ketoprak ‘Slangkrah Memasuh Malaning Bumi’ ini disutradarai oleh Altiyanto Henryawan. Sementara para pemain yang terlibat pimpinan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Seperti Pj Walikota Yogyakarta Sumadi berperan sebagai Begawan Abiyasa, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudyatmoko berperan sebagai Resi Durna, dan Komandan Kodim 0734 Letkol ARH Burhan Fajari Arfian berperan sebagai Gatotkaca.
Selain itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Saiful Anwar berperan sebagai Werkudara, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta Saptana Setya Budi berperan sebagai Patih Udawa. Ketoprak ini juga diikuti oleh para Pejabat di lingkup Pemkot Yogyakarta, salah satunya adalah Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya yang berperan sebagai Prabu Kresna. (*/ ted)












