BERNASNEWS.COM —
Selama lima hari dari tanggal 21-25 September 2020 DPD HARPI Melati DIY
mendapat kepercayaan dari Dinas Kebudayaan DIY (Kundha Kabudayan), menyelenggarakan
tutorial dan workshop 7 Tata Rias
Pengantin (TRP) Gaya Yogyakarta. Demikian disampaikan Ny. Listiani Sintawati
Adang selaku Ketua DPD HARPI “Melati” DIY melalui rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, Sabtu (26/9/2020).
Kegiatan dilaksanakan di Hotel Tara, Jalan Magelang, Yogyakarta, dengan mengacu protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, dihadiri oleh 20 orang setiap hari bergantian perwakilan dari 4 kabupaten, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo dan Kota Yogyakarta.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian DPD HARPI Melati
DIY dan Dinas Kebudayaan DIY untuk menjaga kelestarian budaya, mengembalikan
nilai-nilai adat tradisi agar bertahan, kekal dan berkesinambungan. Harapannya
dimasa mendatang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap Ny.
Listiani Sintawati Adang.
Dikatakan, tutorial 7 Tata Rias Pengantin (TRP) Gaya Yogyakarta meliputi, TRP Yogya Paes Ageng, TRP Yogya Paes Ageng Kanigaran, TRP Yogya Paes Ageng Jangan Menir, TRP Yogya Putri, TRP Kasatriyan Ageng, TRP Kasatriyan Ageng Selikuran dan TRP Yogya Berkerudung Tanpa Paes. Juga srana sajen dan uborampe pengantin gaya Yogyakarta.
“Tutorial yang dibuat merupakan program bantuan dan
bimbingan belajar, dalam bentuk kepingan CD yang berisi Tutorial 7 TRP Gaya
Yogyakarta yang dikemudian hari akan dibukukan sebagai upaya penyempurnaan dari
referensi sebelumnya,” ujar pemilik Wedding Organizer (WO) dan Salon, di Jalan
Tamansiswa itu.
Tutorial tersebut sudah didokumentasikan oleh tim bidang pendidikan DPD HARPI Melati DIY pada tanggal 9 – 10 September 2020, lanjut Ny. Listiani, sedangkan yang bertindak sebagai nara sumber pada acara workshop tersebut adalah, Hj. Listiani Sintawati; Hj. Irityas Sugaib; Bernadetta Sri Hanjati, MSn; Hj. Susi Wahyu; Etty Sulistyawati; Okie Surya Ikawati, SSn; Rahmat Santosa, SSn; Sumaryono; dr. Wigung Wratsangka dan Hj. Tatik Sutadi.
Sementara tujuan Dinas Kebudayaan DIY membuat acara ini, adalah menjadikan para perias pengantin yang kompeten di bidangnya dan dapat bertindak sebagai pionir duta budaya. Khususnya tata rias pengantin gaya Yogyakarta yang bersumber dari Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Selain itu diharapkan pula sebagi duta informasi kepada masyarakat, mengenai aturan baku tata upacara adat beserta srana sajen dan uborampe pengantin gaya Yogyakarta yang hampir punah agar terjaga kelestariannya,” pungkas Ny. Listiani Sintawati Adang. (ted)











