Peluncuran Prangko “Romantisme Jogja” Sebagai Obat Rindu Mudik ke Kota Jogja

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka melaksanakan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing (hindari kerumunan) selama pandemik COVID-19 ini, PT Pos Indonesia bersama dengan fotografer Indonesia Fauzie Helmy meluncurkan Prangko dengan tajuk “Romantisme Jogja” secara daring atau online.

Prangko Romantisme Jogja ini menampilkan keindahan Kota Jogja dengan sentuhan Toy Fotografi dengan tampilan 6 desain prangko dengan obyek mainan anak berlatar belakang keindahan Kota Jogja. Prangko ini diluncurkan pada tanggal, 6 Mei 2020 dalam rangka peringatan 180 Tahun Prangko Dunia yang dulu terbit pertama kali pada tanggal, 6 Mei 1840.

Perangko Edisi Khusus “Romantisme Jogja” yang diluncurkan secara daring, tanggal 6 Mei 2020 oleh Kantor Pos Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

“Dalam situasi pandemi COVID -19 , peluncuran benda filateli ini dilakukan secara daring (online) pada tanggal 6 Mei 2020. Dicetak oleh PT Pos Indonesia sejumlah 100 eksemplar Prangko Prisma berlatar belakang Kota Jogja dengan Kemasan Filateli Eksklusif, dengan harga Rp. 150.000. Perangko ini dapat dipesan melalui online Kantor Pos Jogja,” Aulia Pribadi Ananda selaku Kepala Kantor Pos Yogyakarta.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetti Martanti menyambut gembira penerbitan prangko Prisma dengan tajuk “Romantisme Jogja” dengan menampilkan foto Jogja dan kolaborasi Toy Fotografi karya Fauzie Helmy. “ Prangko ini bisa sebagai penawar rindu berwisata ke Kota Jogja dikala belum bisa pergi berlibur selama pandemi COVID-19 ini,” ungkap Yetti.

Kemasan Benda Fliteli Perangko Edisi Khusus “Romantisme Jogja”. (Foto: Istimewa)

Ketua Bidang Komunikasi Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia, Uul Jihadan menambahkan, bahwa saat Pandemi COVID-19 kita bisa menata koleksi-koleksi kita di rumah,  salah satunya Koleksi Filateli. “Kegiatan Filateli menjadi obat kebosanan dan menjadi kesibukan saat kita di rumah saja. Dan Prangko Prisma Romantisme Jogja menjadi tambahan koleksi kita kenangan saat Pandemi Covid19,” imbuh Uul Jihadan. (nun/ ted)