Home News Bambang Wisnu Siap Bantu Program Ketahanan Pangan Omah Paseduluran

Bambang Wisnu Siap Bantu Program Ketahanan Pangan Omah Paseduluran

917
0
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo (kanan) saat berkunjung ke Omah Paseduluran Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo siap membantu Komunitas Omah Paseduluran (OP) dalam program penguatan dan peningkatan ketahanan pangan.

Bantuan tersebut dapat berupa bibit tanaman dan bibit lele atau jenis ikan lainnya maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Bahkan ia juga siap membantu mendampingi dan memberi pelatihan-pelatihan dalam hal budidaya ikan maupun tanaman serta penataan lahan tempat budidaya tersebut.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo (kedua dari kiri) ngobrol santai bersama Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr (kanan) saat berkunjung ke Omah Paseduluran Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Kami siap membantu bibit, sarana dan prasarana, penataan lahan, bedeng maupun pelatihan-pelatihan untuk budidaya lele maupun tanaman. Namun, pihak Omah Paseduluran bagian mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat agar mau mengikuti apa yang kami inginkan demi hasil yang lebih baik. Sebab, mendatangkan ide/ kebiasaan baru jauh lebih mudah daripada mengubah kebiasaan lama,” kata Bambang Wisnu Handoyo saat berkunjung ke Omah Paseduluran Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2020).

(Baca juga : Program Ketahanan Pangan Kevikepan DIY Terus Berlanjut)

Bambang Wisnu yang didampingi sejumlah pejabat dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi DIY maupun Kabupaten Gunung Kidul serta sejumlah aktivis dalam bidang pertanian dan peternakan itu diterima Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr selaku pemrakarsa Omah Paseduluran dan Ketua Paguyuban Ketahanan Pangan Kevikepan DIY Elisabeth Setyaningsih.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo (duduk keempat dari kiri) foto bersama Komunitas Omah Paseduluran di Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Bambang Wisnu Handoyo, program ketahanan pangan sangat penting dilakukan dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan. Dan ini dilakukan tidak hanya pada masa pandemi Covid-19 tapi untuk seterusnya agar bangsa Indonesia benar-benar mampu mewujudkan kemandirian pangan.

Dalam program ketahanan pangan, menurut Bambang Wisnu Handoyo yang diusung PDI Perjuangan sebagai Calon Bupati Gunung Kidul bersama Benyamin Sudarmadi sebagai Calon Wakil Bupati pada Pilkada Gunung Kidul, 9 Desember 2020, yang pertama dilakukan adalah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola lahan dan tanaman agar lebih produktif atau mendapatkan hasil yang maksimal.

Hal ini penting karena berdasarkan pengalaman, banyak program yang baik dengan biaya yang sangat besar tapi tidak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. “Mungkin karena itu bantuan sehingga masyarakat tidak merasa rugi kalau tidak dikerjakan secara baik/maksimal. Nah kebiasaan ini yang harus diubah. Bantuan dalam bentuk apa pun harus dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan, tidak berhenti pada saat menerima bantuan lalu selesai,” kata Bambang Wisnu Handonyo yang berkomitmen untuk membantu sampai mendapatkan hasil maksimal dan berkelanjutan.

Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr menyambut baik tawaran Kepala BPKAD DIY Bambang Wisnu Handoyo dan Dinas Pertanian dan Peternakan untuk membantu Omah Paseduruan dalam menjalankan program ketahanan pangan. Sebab, program tersebut tidak hanya untuk umat Katolik tapi untuk masyarakat luas tanpa memandang latar belakang.

Suasana pertemuan bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo (kanan) di Omah Paseduluran Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Romo Maradiyo, program ketahanan pangan yang dlakukan Omah Paseduluran muncul berawal dari keprihatinan atas dampak pandemi Covid-19 yang dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan. Progran ketahanan pangan sebagai salah satu solusi untuk mengantisipasi dan mengatasi krisis pangan. “Program ini juga untuk memberdayakan masyarakat sekitar bahkan mahasiswa agar bersama-sama belajar mengelola lahan dan budidaya tanaman maupun ikan untuk menjaga ketahanan pangan,” kata Romo Maradiyo.

“Pemberdayaan lahan untuk menanam, beternak dan budidaya ikan akan sangat membantu usaha pemerintah dalam menguatkan ketahanan pangan masyarakat. Beberapa aktivis sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan kemanusiaan berkumpul untuk merencanakan program ketahanan pangan mengantisipasi dampak lebih lanjut dari wabah virus corona,” kata Romo Maradiyo.

Pertemuan bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo di bawah pohon sawo di Omah Paseduluran Dusun Dukuh, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Di lahan seluas sektar 4.000 meter persegi itu, Komunitas Omah Paseduluran melakukan budidaya ikan lele, bertanam sayuran dan buah-buahan serta beternak ayam, kambing dan kelinci. Dan dalam waktu dekat akan dikembangkan budidaya ikan nila di lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi unuk Omah Paseduluran (OP) 2.

“Saat ini sedang dibuatkan kolamnya. Dalam waktu dekat, kolam tersebut selesai dan segera dilakukan budidaya ikan lele,” kata Elis-sapaan Elisabeth Setyaningsih-Ketua Paguyuban Ketahanan Pangan Kevikepan DIY. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here