Home News WRC DIY Sosialisasikan Pencegahan Korupsi Sampai ke Tempat Rekreasi Keluarga

WRC DIY Sosialisasikan Pencegahan Korupsi Sampai ke Tempat Rekreasi Keluarga

559
0
Darikiri ke kanan : NS Sukirman, Dewan Penasehat Chang Wendryanto SH, Korwil WRC DIY K Herman Setiawan bersama jajaran WRC DIY dalam giat Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Pancasila Dasar NKRI, Sabtu (16/1/2021). Foto: kiriman Herman Setiawan

BERNASNEWS.COM – Tim Watch Relation of Corruption (WRC) DIY terus gencar melakukan sosialisasi pencegahan praktik korupsi. Bahkan sosialisasi dilakukan dalam agenda bedah kasus di areal Kolam Renang Inawa Tirta Wonokromo, Pleret, Bantul pada Sabtu, 16 Januari 2021.

Pemilik kolam renang Inawa Tirta Sukaryono SPd yang sekaligus anggota WRC DIY sangat mendukung sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Edukasi Pencegahan Korupsi bagi warga seputar Jejeran Bantul .Hal ini sebagai upaya sederhana dalam menggaungkan dan mengingatkan masyarakat agar selalu saling bahu membahu dalam upaya pencegahan korupsi secara terus menerus.

Selain Sosialisasi Pencegahan Korupsi juga dilakukan sosialisasi Pancasila sebagai Dasar NKRI Bukan Pilar oleh pemrakarsa Kanjeng Eri. Bedah kasus yang dilakukan oleh tim WRC DIY diikuti antara lain Dewan Penasehat Chang Wendryanto SH, Dewan Pengawas Kanjeng Eri, timsus DPP WRC Bambang Kusminto dan dikoordinsi langsung oleh K Herman Setiawan selaku Koordinator Wilayah WRC DIY bersama pengurus lainnya.

Tim WRC DIY foto bersama usai bedah kasus dan dosialisasi. Foto : kiriman Herman Setiawan

Menurut Herman Setiawan dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, beberapa poin bahasan yang menjadi materi banyak bersinggungan dengan bantuan program pemerintah ke masyarakat antara lain:

1. Program Indonesia Pintar (PIP ) di salah satu Sekolah Dasar ada temuan tim WRC bahwa dana PIP beserta buku tabungan tidak diterimakan ke siswa yang berhak sesuai SK Sekolah, tetapi ada indikasi diselewengkan oleh oknum sekolah baik dari siswa yang masih aktif maupun dari alumni murid.

Terkait kasus ini, WRC akan mengambil langkah agar dana PIP bisa diterima kembali secara utuh oleh  siswa penerima sesuai data penerima yang ada di sekolah tersebut. “Dan bila pihak sekolah tidak kooperatif maka WRC DIY akan membawa kasus ini ke Polda DIY,” kata Herman.

Tim WRC DIY foto bersama usai bedah kasus,Sabtu (16/1/2021). Foto : kiriman Herman Setiawan

2. WRC DIY akan meminta jawaban Walikota Yogyakarta terkait kedatangan tim WRC DIY ke pihak pejabat Pemkot Yogyakarta terkait diskusi berbagai masalah kebijakan yang berkaitan dengan Perwal dan masalah perizinan baik batas ketinggian bangunan utama hotel-hotel yang menjamur maupun perizinan tempat-tempat usaha yang dibekukan maupun belum berizin tetapi diduga tetap buka.

“Bahkan pihak Satpol PP Kota seakan menutup mata atas keberatan-keberatan yang disampaikan masyarakat seputar tempat usaha tersebut,” kata Herman.

3. Meminta klarifikasi pihak Direktur RSUD terkait temuan timsus WRC dimana pemulangan jenasah yang dijalankan dengan biaya protap Covid namun nota tagihan menjadi beban keluarga. Padahal, faktanya jenasah tidak mendapatkan prosedur covid dan tidak mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya sesuai agama yang dianutnya.

“Pantauan atas kebijakan-kebijakan publik dari hari ke hari yang dilakukan oleh tim WRC DIY diharapkan bisa memperbaiki kinerja dinas-dinas yang ada untuk memutuskan mata rantai korupsi,” kata Herman Setiawan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here