Home News Workshop Penulisan Artikel di Media Massa: ‘Menulis Opini Itu Mudah?’

Workshop Penulisan Artikel di Media Massa: ‘Menulis Opini Itu Mudah?’

58
0
FE-USD Yogyakarta menyelenggarakan workshop penulisan artikel bagi dosen dan mahasiswa di media massa, Rabu (21/7/2021). Foto: Tangkapan Layar.

BERNASNEWS.COM — Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FE-USD) menyelenggarakan workshop penulisan artikel bagi dosen dan mahasiswa di media massa, Rabu (21/7/2021). Hadir dalam kegiatan tersebut mencapai 30 peserta., dengan sasaran dari workshop ini khusus bagi dosen dan mahasiswa yang belum pernah menulis di media massa. Workshop daring melalui Zoom tersebut menghadirkan nara sumber Dr. Y. Sri Susilo, Dosen FBE UAJY dan Penulis Opini.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma T. Handono Eko Prabowo, MBA, PhD mengatakan, menulis termasuk di media massa merupakan salah satu bagian dari kegiatan dosen. Pihaknya mengajak dosen dan mahasiswa FE USD untuk mencoba menulis artikel, misalnya opini, di media massa. Bagi yang pernah menulis, kegiatan workshop ini sebagai penyegaran kembali.

“Dari workshop ini juga diharapkan mengahsilkan beberapa artikel opini yang nantinya dapat dicoba untuk dikirim ke media cetak atau online,” terang Handono, dalam rilis yang dikirim ke Bernasnews.com.

Dr. Y. Sri Susilo selaku Nara Sumber Workshop Penulisan Opini yang digelar FE-USD. (Foto: Dok. Pribadi)

Sementara itu, Susilo selaku narasumber menegaskan, bahwa menulis artikel opini harus dimulai dari niat dari diri sendiri. “Di samping niat, harus disertai juga dengan kemauan untuk bertanya dan belajar dari rekan atau kolega yang pernah menulis opini,” ungkap Susilo.

Dikatakan, niat disertai bertanya dan belajar itu yang menjadi modal dasar bagi siapa saja yang belum pernah menulis opini di media massa. Selanjutnya, Susilo juga memberikan ‘tip dan trik’ atau kiat untuk menyusun artikel opini.

Kiatnya antara lain, pertama, ide opini dapat dicari dari isu-isu yang terkini yang sedang hangat atau head line dari media massa. Topik juga dapat bersumber dari momentum peringatan misalnya Lebaran, Hari Kperasi dan sebagainya. Kedua, judul opini harus dibuat menarik dan singkat (1-4 kata). Sebagai contoh, Soccernomics, Larang Mudik dan UMKM, Percepatan Implementasi Program PEN dan sebagainya.

“Ketiga, substansi opini tidak boleh mengandung SARA, ada dukungan data, boleh mengutip hasil studi, menggunakan bahasa popular, logis/ masuk akal, dan boleh asumtif atau menggunakan kata diduga, seharusnya, mungkin dan sebagainya,” ujar dosen yang hobby gowes itu.

Keempat, lanjut Susilo, harus mencermati ‘regulasi’ dan gaya penulisan dari media yang disasar. Dalam hal ini misalnya ketentuan jumlah kata atau karakter serta format penulisan. “Jadi apakah menulis opini itu mudah? Sangat tergantung dari pengamalaman masing-masing penulis,” ujarnya.

Lucia Kurniawati, S.Pd, MSM, Dosen FE USD selaku koordinator penyelenggara menambahkan, workshop lanjutan akan diselenggarakan pada tanggal 4 Agustus 2021 mendatang. “Dalam workshop lanjutan dibahas opini yang telah dihasilkan oleh peserta,” imbuh Lucia. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here