Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeOpiniWorkshop Implementasi Kurikulum Merdeka Kemantren Jetis Jogja

Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Kemantren Jetis Jogja

bernasnews.com — Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim baru-baru ini menerbitkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini sebelumnya dikenal sebagai Kurikulum Prototipe. Menurut menteri, mulai tahun ajaran 2022/2023 sekolah dan madrasah memiliki kewenangan menentukan opsi untuk menggunakan kerangka kurikulum baru, yakni Kurikulum Merdeka sebagai acuan untuk mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikannya.

Sejak diluncurkannya Kurikulum Merdeka, peserta didik dan orangtua memberi respons positif sebab merasa beban kurikulum sebelum ini terlalu berat. Tetapi tidak sedikit pula ada pihak yang merespon negatif kehadiran Kurikulum Merdeka. Seperti yang sudah-sudah, setiap perubahan kurikulum nasional selalu menjadi perdebatan tersendiri di ranah publik.

Perubahan kurikulum di tingkat nasional tentunya menuntut banyak penyesuaian di lapangan. Penyesuaian ini berdampak khusus bagi tenaga pendidik di satuan pendidikan. Untuk itulah diperlukan adanya pembekalan bagi tenaga pendidik terkait implementasi Kurikulum Merdeka.

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kemantren Jetis Kota Yogyakarta tingkat Sekolah Dasar (SD) secara sigap menyambut kehadiran Kurikulum Merdeka dengan mengadakan workshop bagi seluruh SD di Kemantren Jetis, bertempat di SD Negeri Bumijo Yogyakarta.

Kepala SD Negeri Bumijo Yogyakarta Tri Sumaryanto, S.Pd. menjelaskan, sebagai tuan rumah pihaknya beserta tim telah mempersiapkan tempat untuk kegiatan yang berlangsung selama empat hari dimulai dari tanggal 13, 14, 16, dan 17 Juni 2022 pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Workshop Implementasi Kurikulum yang digagas KKKS Kemantren Jetis ini menghadirkan narasumber ahli yang memaparkan berbagai materi terkait implementasi Kurikulum Merdeka.

Senin, 13 Juni 2022 workshop dibuka oleh Khuzaimah S.Pd., M.M. selaku pengawas dilanjutkan dengan materi penyusunan KSOP dari pendahuluan hingga penutup dengan narasumber Wendhie Prayitno, S.Kom., M.T.

Selasa, 14 Juni 2022 workshop sesi pertama membahas tentang Pembelajaran Berbasis Projek dan Aplikasi Pembelajaran yang disampaikan oleh Sri Rahayu  Widyastuti, S.Psi. dilanjutkan materi sesi kedua tentang strategi pembelajaran disampaikan oleh narasumber Rr. Khoiry Nuria Widyaningrum, S.Pd., M.Pd.

Kamis, 16 Juni 2022 workshop sesi pertama memaparkan materi tentang Asesmen Kurikulum Merdeka dengan narasumber DR. Sekar Purbarini, M.Pd., dilanjutkan sesi kedua dengan paparan materi tentang Profil Pelajar Pancasila disampaikan oleh Rr. Khoiry Nuria Widyaningrum, S.Pd.,M.Pd., sebagai narasumber.

Jumat, 17 Juni 2022 yang merupakan hari terakhir workshop, sesi pertama hingga akhir diisi oleh narasumber Wendhie Prayitno, S.Kom., M.T., dengan materi CP, ATP, Modul, Media, dan Rencana Pembelajaran.

KKKS Kemantren Jetis tingkat SD selaku panitia workshop mengaku kegiatan ini sangat berdampak dan memberi banyak manfaat bagi peserta. Hal ini disampaikan oleh Ketua KKKS Ninik Wusqo Murni, M.Pd. yang mewakili pernyataan panitia.

Peserta workshop dari SD Negeri Kyai Mojo Yogyakarta Ayu Yuniar Kristy, S.Pd. mengemukakan, setelah mengikuti workshop tersebut dia mendapat pemahaman mengenai Kurikulum Merdeka. Melalui pemaparan dan pengalaman beberapa narasumber, dia jadi punya bayangan akan seperti apa nanti penerapan kurikulum ini di tahun ajaran baru.

Ketua Ketua Kelompok Kerja (KKG) Kelas 5 Kemantren Jetis Yustinus Primandaru, S.Pd. mengatakan, pengalaman setelah mengikuti workshop implementasi Kurikulum Merdeka dia mendapatkan pengetahuan baru tentang penerapan kurikulum tersebut dan gambaran mengenai model pembelajaran berbasis proyek yang dapat diterapkan pada kurikulum ini dari narasumber. “Harapannya ilmu-ilmu baru tersebut dapat saya terapkan dalam kegiatan pembelajaran disekolah saya,” kata  guru SD Negeri Vidya Qasana Yogyakarta ini.

Hadirnya Kurikulum Merdeka bertujuan agar memudahkan guru berfokus pada pembelajaran. Dengan demikian, relevansi ilmu pengetahuan dapat dirasakan peserta didik dan diterapkan dalam kehidupan.

Melalui kurikulum ini, guru tidak harus berlomba dengan waktu untuk menuntaskan materi. Guru dapat fleksibel merancang pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik. Kurikulum Merdeka diharapkan mampu menjadi transformasi dunia pendidikan untuk Indonesia lebih baik. (Ares Brilatin, S.Pd., Guru SD Negeri Bumijo, Yogyakarta).

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments