Home Pendidikan Workshop Daring Lahirkan Ratusan Buku Puisi Solo

Workshop Daring Lahirkan Ratusan Buku Puisi Solo

288
0
Broadcaster, Dosen, Motivator, Trainer, Hypnotherapist, Parenting Advisor dari Magelang Fuzna Marzuqoh. Foto : Istimewa 

BERNASNEWS.COM – Setelah melalui proses panjang, akhirnya ratusan peserta workshop daring (dalam jaringan) di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Yuk Menulis (KYM) berhasil melahirkan karya buku puisi solo. Workshop yang diikuti  234 peserta  tersebut dilaksanakan selama 7 hari, 24-30/6/2020, setiap jam 19.30-21.00, yang dilanjutkan dengan membuat karya sekitar 21 hari.

Menurut Founder KYM Vitriya Mardiyati, sampai dengan Minggu (26/7/2020), 164 naskah cover sudah jadi, 26 antri cover dan sisanya dalam tahap edit. Dan utuk menerbitkan buku, prosesnya tidak rumit, naskah wajib ada urutan : judul dan nama penulis, editor, persembahan/ kata pengantar, isi naskah, profil penulis berupa deskripsi dan foto. “Setelah dikirim akan diperiksa sesuai dengan visi misi KYM, jika dinyatakan lolos diminta membeli 10 buku. Di KYM baik cover, ISBN, lay out, sertifikat semuanya free,” ujar Vitriya.

Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto. Foto : Istimewa

Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto merasa puas bergabung di KYM, setelah berhasil menerbitkan buku solo cerita anak. Sekarang karyanya yang berjudul “Nada-nada Cinta” berisi 52 puisi siap diterbitkan. Rasanya hampir tidak percaya bisa menerbitkan buku solo. Dulu hanya impian, dengan gabung di KYM menjadi kenyataan.

Guru SD Lempuyangwangi, Giyoto, yang membuat buku ”Kisah Sang Pemungut Kata” berisi 42 puisi, merasakan kesan yang luar biasa gabung di komunitas yang berdiri sejak 2006 tersebut. Sekain berttambah saudara, tambah wawasan.

Guru Bahasa Inggris MTsN 6 Kulon Progo Ani Romadhoni. Foto : Istimewa

Hal yang sama diakui Guru Bahasa Inggris MTsN 6 Kulon Progo Ani Romadhoni. Ia mengaku sangat senang dan bahagia bisa bergabung dengan KYM, yang dikenalkan oleh rekan satu sekolah yaitu pak Tanto (DRs Sutanto, red) yang sudah gabung lebih dulu. Di KYM serasa keluarga, bisa saling tukar pengalaman, bahkan kadang curhat juga diperbolehkan. Saat pembimbingan serasa ngobrol dengan teman, tak terasa beban namun termotivasi untuk berkarya. Saling support antar anggota sangat terasa sehingga saat ada rasa ragu, tumbuh semangat baru.

PNS DLH Nunukan sekaligus Dosen Poltek Nunukan, Joned. Foto : Istimewa

Hingga menyelesaikan target bahkan ada yang melampaui target.  Saat menunggu cover begitu adalah moment yang ditunggu tunggu. Kebahagiaan tak terkira begitu melihat cover dan saling mengucap selamat layaknya telah melahirkan putra/ putri yang dinantikan. “Pokoknya seru dan bangga telah berkarya apalagi buku solo,” kata Ani.

Founder KYM Vitriya Mardiyati. Foto : Istimewa

PNS DLH Nunukan sekaligus Dosen Poltek Nunukan, Joned, yang membuat judul “Ketika Kukisahkan Kembali Kisah Kita Dengan Penuh Kasih (Puisi Romansa Pisces dan Aquarius) berisi 50 puisi, memiliki kesan tersendiri bergabung dengan komunitas yang beranggotakan berbagai profesi tersebut. “KYM menjadi komunitas yang sangat positif dan produktif bagi siapa saja untuk berkarya. Ekosistem di KYM membuat semua anggota bisa nyaman  hidup, beradaptasi dan berkarya melalui supporting sistem yg sangat baik,” katanya.

Guru SD Lempuyangwangi Giyoto. Foto : Istimewa

Perempuan yang berprofesi Broadcaster, Dosen, Motivator, Trainer, Hypnotherapist, Parenting Advisor dari Magelang, Fuzna Marzuqoh, ini juga turut serta membuat buku solo dengan titel “Sederet Kata Sepenuh Cint”  berisi 44 puisi. “Alhamdulillah, gabung dengan KYM memberikan pencerahan dan energy Positive. Ini adalah buku solo yang ketiga,” serunya bahagia. (Drs Sutanto, Guru MTsN 6 Kulon Progo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here