Workshop Cerita Anak untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi

    878
    0
    Founder Kumunitas Yuk Menulis (KYM) Klaten Vitria Mardiyati selaku narasumber. Foto : Istimewa

    BERNASNEWS.COM – Dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi, Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto mengikuti workshop Menulis Cerita Anak secara daring (dalam jaringan). Workshop diselanggarakan oleh Komiunitas Yuk Menulis (KYM) Klaten dengan narasumber Vitriya Mardiyati selama sebulan dimulai Sabtu (18/4/2020).

    Peserta yang mengikuti workshop ada 106 orang dengan berbagai latar belakang profesi dan pendidikan. Mereka berasal dari Aceh, Medan, Riau, Belitung, Padang, Batam, Dharmasraya, Payakumbuh, Sawahlunto, DKI Jakarta, Ciamis, Ciputat, Majalengka, Banten, Banyumas, Jombang, Solo, Sleman, Kebumen, Bantul, Klaten, Magelang, Bojonenegoro, Banjarnegara, Kulon Progo, Batang, Pangkalan Bun dan Nunukan.

    Sutanto mengatakan, keikutsertaannya di forum ini diawali dengan keterlibatannya dalam pembuatan buku berjudul Serupa Kata Serupa Kita dan Menjadi Api Menjadi Arti kolaborasi dengan Gisneo Pratala (Dirut BUMN termuda di Indonesia) yang diselenggarakan oleh KYM. “Dari situlah ada tawaran ikut workshop menulis cerita anak. Karena saya penasaran bagaimana teknik menulis cerita khususnya cerita anak, saya bergabung di dalamnya,” terang Sutanto.

    Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto. Foto : Istimewa

    Senada dengannya, Guru SMPN 40 Batam Widihastuti mengikuti kegiatan ini untuk mendapatkan ilmu teknik menyusun cerita anak, sehingga dapat menyusun cerita anak dan diterbitkan dalam bentuk buku yang ber-ISBN.

    Sedangkan Pegawai Dinas Lingkungan Hidup, Nunukan, Kaltara Joned ingin mengembangkan diri dan potensinya di bidang literasi. “Dengan tergabung di komunitas seperti ini akan mendapat energi positifnya. Dan tentunya bisa menghasilkan karya yg bisa jadi oleh-oleh buat anak-anak saya,” ungkapnya.

    Menurut founder KYM, Vitriya Mardiyati, cerita anak yang baik adalah yang menarik, unik dan mengandung hikmah. Trik untuk menulis cerita anak bisa dari kehidupan siswa, disakiti orang, menampung semua curhatan Setelah itu dipilah, yang baik diambil hikmahnya yang tidak baik diasah menjadi baik agar menjadi cerita. Dan agar menarik dan unik maka seorang penulis harus peka terhadap sekitar.

    Pegawai Dinas Lingkungan Hidup, Nunukan, Kaltara Joned. Foto : Istimewa

    Ibunda dari Ayra ini menjelaskan, ada beberapa hal yang tidak boleh ada dalam cerita anak, di antaranya ujaran kebencian, adegan kekerasan, adegan dewasa, menghina SARA. “Jangan sampai membuat kisah yang mengada ada, yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Dan jangan membuat cerita fantasi,” tegasnya.

    Istri dari Irfanudin Wahyudi ini menambahkan, menulis cerita anak sebenarnya sangat sederhana, siapa pun bisa asalkan ada kemauan pasti bisa. Apalagi cerita anak jarang ditekuni berbeda dengan penulis cerita remaja, ini menjadi peluang. Apalagi setiap minggu banyak media  yang memberi ruang untuk cerita anak, namun yang mengisi tidak banyak.

    “Terlebih buku bacaan anak menduduki posisi tertinggi penjualan buku di dunia, sungguh ini kesempatan emas yang bagus dimanfaatkan,” imbuhnya.

    Meski daring namun workshop berlangsung cukup seru, sebab komunikasi terjadi dua arah sebagai indikasi tingginya minat peserta untuk dapat menulis cerita anak.

    Selain melalui WhatsApp sebagai media penyampaian materi dan diskusi, dimanfaatkan pula facebook untuk berlatih tahap demi tahap, mulai dari membuat ide cerita yang keren, membuat judul cerita yang menarik dan beberapa latihan lainnya. (Drs Sutanto, Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here