Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeWisatawan Bayar Rp 250 Ribu karena Bawa Kamera ke Tamansari, Ini Tanggapan...

Wisatawan Bayar Rp 250 Ribu karena Bawa Kamera ke Tamansari, Ini Tanggapan Keraton Yogyakarta

bernasnews.com – Curhatan wisatawan diminta bayar Rp 250 ribu karena bawa kamera ke Tamansari viral di media sosial. Unggahan tersebut lantas menuai berbagai respons netizen yang membacanya dan mempertanyakan tarif masuk itu.

Hal ini bermula dari unggahan di pengguna yang menceritakan kisah temannya di grup Facebook Pecinta Obyek Wisata Yogyakarta pada Minggu (13/3/2022).

“Sedikit curhatan dari temen saya lur.. Harus membayar tarif poto sejumlah 250 jika
makek kamera pro di tamansari. Sek tau nang taman sari bawa kamera ngalamin kayak temen saya nggak ya..,” tulis akun Destanta.

Berdasarkan unggahan dari tangkapan layar pesan, rekan si pengunggah mengaku berwisata bersama dengan keluarganya ke Tamansari dengan membawa kamera sekelas fotografer profesional. Akan tetapi oleh petugas dia diminta membayar Rp 250 ribu dan mengakui dia tak berniat melakukan foto session melainkan hanya untuk dokumentasi pribadi.

“Nahh mereka menstop saya untuk membayar tarif foto sesion, karena ngelihat gear saya yg
sekelas potografer, bkn org biasa. Mereka nanya, mas nya sbg Fg pasti tau kan perbedaan foto sesion sama perjalanan domestik. Yaudah takjelasin panjang lebar, tp tetep nyuruh saya keluar, nek mau lanjut silahkan bayar tarif foto sesion,” ujar wisatawan itu.

Tangkapan layar unggahan viral wisatawan curhat soal tarif bawa kamera ke Tamansari. Foto: Facebook/Destanta

Hal nyaris serupa terkait kamera juga pernah dialami salah satu wartawan foto komunitas pariwisata yang akrab disapa Kar. Dia mengaku pernah diminta menghapus foto karena kedapatan membawa kamera sekelas fotografer professional.

“Saya sendiri pernah ditangkap oleh petugas ketika hunting foto. Disuruh hapus, tapi saya tipu-tipu dengan pura-pura hapus. Kalo saya menyayangkan, tugas wartawan kan malah bantu ekspos. Wisatawan dengan wartawan kan beda dengan fotografer urusan prewedding,” tandasnya.

Menanggapi postingan yang viral di media sosial itu, pihak Keraton Yogyakarta, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Nityabudaya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengatakan persoalan tarif foto sudah ada aturannya. Bila ada wisatawan membawa kamera profesional maka memang diminta membayar Rp 250 ribu.

“Memang menurut peraturan demikian, bahwa wisatawan yang membawa kamera profesional untuk sesi foto kepentingan apapun itu harus membayar lebih. Memang Tamansari ini wilayah berbeda ya, sama seperti lokasi-lokasi wisata lain yang menerapkan hal serupa. Di situ jelas ada aturan bahwa yang membawa kamera profesional untuk potret apapun,” ujar GKR Bendara dalam jumpa pers daring.

Dalam kasus terkait alat yang dibawa, ia mengatakan bahwa petugas sudah menjelaskan kepada wisatawan. Ia menduga ada kesalahpahaman sehingga pengunjung tidak mengetahui terkait aturan itu. Ia mnjelaskan bahwa perlu ada penjelasan terkait acuan alat yang dibawa.

“Kami mungkin perlu memperbarui jenis peralatan yang dibawa,” ujarnya.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments