Home News Wisata Ngopi in The Sky Ditutup, Roy Suryo: Bagus demi Keamanan Masyarakat

Wisata Ngopi in The Sky Ditutup, Roy Suryo: Bagus demi Keamanan Masyarakat

162
0
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul M Arif Alfian (kiri) menjelaskan kepada wartawan tentang penutupan sementara wahana wisata Ngopi in The Sky. Foto: tangkapan layar kanal YouTube Metrotv

BERNASNEWS.COM – Pakar telematika yang juga pegiat media sosial Roy Suryo mendukung langkap Dinas Pariwisata Gunungkidul yang menutup wahana wisata baru Ngopi in The Sky di Teras Kaca Pantai Nguluran, Kelurahan Girikarto, Kecamata Panggang, Gunung Kidul.

Selain karena belum memiliki izin, wisata baru Ngopi in The Sky itu tidak aman dan rawan kecelakaan. “Bagus kalau begitu,
demi keamanan masyarakat. Saya mengapresiasi pihak-pihak yang telah melakukan kebijakan tersebut,” kata Roy Suryo saat dihubungi Bernasnews.com pada Kamis, 6 Januari 2022 malam.

Dikutip Bernasnews.com dari kanal YouTube Metrotv, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul M Arif Alfian mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menghentikan sementara operasional crane wahana Ngopi in The Sky sambil menunggu izin operasional dan sertifikasi keamanan wahana tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul M Arif Alfian (kiri) menjelaskan kepada wartawan tentang penutupan sementara wahana wisata Ngopi in The Sky. Foto: tangkapan layar kanal YouTube Metrotv

Menurut Roy Suryo, ada beberapa hal yang menjadi alasan penutupan wahana wisata Ngopi in The Sky tersebut. Pertama, karena wahana tersebut belum berizin baik dari Dinas Pariwisata maupun dari Dinas Tenaga Kerja. Kedua, crane yang dioperasikan & operatornya pasti belum memiliki Sertifikat Pengoperasian untukk digunakan mngangkat orang, apalagi berbayar.

Ketiga, menurut Roy Suryo, masyarakat yang naik pasti juga belum dijamin asuransi. “Kalaupun ada asuransinya pantas dipertanyakan covernya sampai seberapa jauh,” kata Roy Suryo yang sejak awal wahana Ngopi in The Sky beroperasi ia getol menolak karena dianggap sangat berbahaya bagi wisatawan yang menumpang crane tersebut.

Crane mobile di Ngopi in The Sky. Foto: tangkapan layar kanal YouTube Metrotv

Bahkan menurut Roy Suryo, wahana wisata Ngopi in The Sky itu tidak hanya ditutup sementara tapi untuk selamanya. Ia memberi contoh sejumlah wahana serupa di luar negeri yang ditutup selamanya karena mengalami kecelakaan.

“Seharusnya DITUTUP SELAMANYA karena sudah banyak accident di LN yg mirip2 Wahana tsb, apalagi di Gunung Kidul tsb menggunakan alat2 yg sama sekali di bawah standar,” tulis Roy Suryo kepada Bernasnews.com.

Crane mobile di Ngopi in The Sky. Foto: tangkapan layar kanal YouTube Metrotv

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo yang dihubungi Bernasnews.com pada Rabu 5 Januari 2022 mengatakan, Tim Dinpar DIY ke lokasi pada hari Rabu atau Kamis untuk mengecek wahana tersebut. “Rencana hari ini atau besuk pagi ada tim Dispar yg akan ke lokasi,” tulis Singgh Raharjo menjawab pertanyaan Bernasnews.com pada Rabu 5 Januari 2022 apakah Dinas Pariwisata DIY sudah memberikan edukasi kepada pengelola wahana tersebut.

Singgih Raharjo sendiri menilai ini inovasi wisata Ngopi in The Sky itu bagus, namun yang harus diperhatikan adalah faktor keselamatan wisatawan. Menurut Singgih, jangan hanya sensasi yang diperhatikan tapi menomerduakan keamanan. Untuk itu perlu penelusuran dan penelitian bahkan sertifikasi layak tidak, baik dari sisi wahana/ peralatan yang digunakan juga SDM yang mengoperasionalkan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here