Home News Wisata Gunung Wangi, Tujuan Favorit Goweser dan Ada Wedang Campur Sari

Wisata Gunung Wangi, Tujuan Favorit Goweser dan Ada Wedang Campur Sari

386
0
Obyek Wisata Gunung Wangi memadukan wisata alam dan wisata sejarah, berlokasi di Dusun Bangkel, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Status turunnya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 untuk DIY berdampak hampir semua aktivitas bisa dijalankan, kendati dengan pengaturan tertentu serta tetap protokol kesehatan. Gelat aktifitas itu juga tampak dalam dunia pariwisata, terlihat di beberapa destinasi wisata yang tersebar di Kota Yogyakarta dan 4 Kabupaten di DIY.

“Pandemi Covid-19 dan PPKM benar-benar menjadikan pariwisata lumpuh. Termasuk obyek wisata Gunung Wangi yang telah menjadi tujuan favorit para goweser (komunitas sepeda) maupun pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam,” ungkap Joko Lelono atau akrab disapa Bang Jack, saat ditemui di venue, Minggu (14/11/2021).

Joko Lelono yang akrab disapa Bang Jack (kaos putih) saat memaparkan proses pembangunan obyek wisata Gunung Wangi, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul kepada pengunjung, Minggu (14/11/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Lelaki gondrong penggiat wisata dan budaya ini mengatakan, bahwa Gunung Wangi yang berlokasi di Dusun Bangkel, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul ini telah dibuka tiga tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 merebak dan meluluh lantakan dunia usaha pariwisata.

“Untuk tanggal tepatnya nggak begitu tahu. Karena dulu saya terlibat secara estafet dari Puncak Sosok, Stren Opak, Kebon Empring. Lantas kemudian baru di Gunung Wangi. Tetapi di sini (Gunung Wangi) udah bareng-bareng bersama warga setempat,” jelas Bang Jack, yang juga seorang musisi itu.

Konsep yang ingin ‘dijual’ Gunung Wangi sebagai distinasi wisata adalah, view alam pegunungan (bukit), lembah Yogyakarta dengan kelap kelip lampu buminya di waktu malam. Juga spot gunung Merapi yang luar biasa dilihat dari bagian sisi utara. “Saya sendiri tidak masuk dalam struktur Pokdarwis Gunug Wangi, keberadaan lebih pada sebagai ‘provokator’ warga setempat,” ujarnya.

Wedang Campur Sari minuman rempah ikonnya obyek wisata Gunung Wangi, di Dusun Bangkel, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dikatakan, bahwa pembangunan obyek wisata ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan tujuan untuk kemlasahatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah yang berprofesi buruh tani. “Mereka swadaya, termasuk bikin lapaknya warga mengandalkan hutang di bank. Waktu itu asal bikin saja untuk menyabut pengunjung. Penting pengunjung nyaman,” papar Joko Lelono alias Bang Jack.

Secara konseptual, lanjut Bang Jack, lapak-lapak kuliner harusnya dibikin seni dan artistik yang memadukan dengan kearifan lokal seperti halnya obyek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Bantul. Ke depan, selain wisata alam juga ada rencana menyatukan dengan wisata sejarah, mengingat di pucuk bukit ada kompleks Makam Giri Nirwana.

“Di dalam komplek makam, selain ada keluarga Trah Pakualam juga ada makam seorang tokoh pejuang Ki Sutatmo Suryokusumo, salah satu pendiri Budi Utomo. Konon almarhum juga terkait dengan Ki Hajar Dewantara pendiri Tamansiswa. Ini perlu kajian dan ijin dari ahli warisnya. Hanya saja semua itu ‘Jer Basuki Mawa Beya’, harus ada uluran tangan dari instansi terkait,” pungkasnya.

Lanskap lembah sekitar obwis Gunung Wangi yang tempak indah jika cuaca cerah dan suasana malam, gambar diambil Minggu (14/11/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Wisata Gunung Wangi bagi sebagian goweser sudah banyak yang mengenal, untuk menjangkaunya pun cukup mudah di Jalan Wonosari, KM 11 ada papan petunjuk arah masuk ke obwis. Ada 2 tracking jalur gowes pilihan, jalan agak curam dan landai. Berdasar pengamatan Bernasnews.com, sepanjang jalan menuju puncak juga bertumbuh beberapa lapak kuliner dan tempat nongkrong kekinian yang seakan semacam pospit (pemberhentian) apabila goweser tidak kuat mencapai puncak.

Menu kuliner hampir sama dengan obyek-obyek wisata lainnya, namun ada satu jenis minuman yang ikonik yaitu Wedang Campur Sari, minuman yang bukan sekadar penghangat tubuh namun juga menyehatkan karena berisi aneka rempah hasil bumi setempat. Pingin mencoba? (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here