Home Pariwisata Wisata Bukit Rhema Gedung Merpati, Lebih Dikenal dengan Sebutan Gereja Ayam

Wisata Bukit Rhema Gedung Merpati, Lebih Dikenal dengan Sebutan Gereja Ayam

192
0
Destinasi Wisata Religi Bukit Rhema Gedung Merpati atau sering disebut sebagai Gereja Ayam. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Masih ingat film nasional tahun 2016 yang mengisahkan jalinan asmara antara Rangga diperankan oleh aktor Nicholas Saputra dan Cinta yang diperankan oleh aktris Dian Sastrowardoyo. Adegan romantis keduanya dalam squel film “Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2” meninggalkan jejak lokasi shotingnya yang viral dan menjadi terkenal hingga kini.

Film yang menjadi fenomenal tersebut lebih banyak memadukan romantisme dengan tempat-tempat wisata yang indah, unik dan artistik. Salah satu tempat lokasi shoting AADC 2 itu adalah Bukit Rhema atau Gedung Merpati. Namun destinasi wisata religi yang berada di Karangrejo Gombong, Kurahan, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini banyak yang menyebutnya dengan nama Gereja Ayam.

Seperti yang dipaparkan oleh pemandu wisata juga dituliskan dalam beberapa papan informasi, Bukit Rhema adalah bangunan 7 lantai bukanlah sebuah gereja melainkan sebagai tempat berdoa bagi semua umat beragama (lintas agama) dan segala bangsa. Diawali oleh Daniel Alamsyah selaku Founder pada tahun 1988 mendapatkan visi atau semacam wahyu untuk membangun Bukit Rhema.

Salah satu ruangan untuk menuju puncak mahkota yang dindingnya dipenuhi dengan hiasan mural yang menggambarkan seni budaya kearifan lokal. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pada tahun 1992 baru dilaksanakan pembangunan, proses pembangunan pun bisa dikatakan menarik. Bagian kepala dan mahkota Bukit Rhema selesai lebih awal, namun saat itu belum ada tangga sehingga Daniel Alamsyah sang pemilik untuk naik ke atas mahkota mempergunakan tangga vertikal. Secara total volume pembangunan masih kurang sekitar 25%, yang artinya belum selesai hingga diturunkan artikel ini.

Arsitektur unik mirip burung merpati ini, yang masing-masing lantainya mempunyai fungsi yang berbeda-beda, ada yang berisi bilik-bilik kamar kecil untuk panjatkan doa atau tempat untuk merefleksi diri, juga ada auditorium yang cukup luas untuk pagelaran seni dan budaya. Untuk masuk ke dalam bangunan, pengunjung harus melakukan protokol kesehatan cukup ketat.

Pengelolaan destinasi wisata ini sangat profesional, para petugas selain ramah juga dibekali story telling sejarah dan keberadaan Bukit Rhema, yang dituturkan lumayan menarik. Bagi pengunjung yang tidak kuat untuk jalan kaki naik menuju bukit, dari tempat parkir disediakan angkutan mobil jeep khusus.

Menuju Gereja Ayam padahal yang benar adalah Gedung Merpati itu cukup mudah, tidak jauh dari destinasi wisata Candi Borobudur dan destinasi Svarga Bumi, Jawa Tengah. Setiap pengunjung mendapat bonus singkong goreng, yang dapat dinikmati di kafe yang berada di bagian ekor merpati. Singkong tersebut merupakan hasil perkebunan warga desa setempat. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here