Home News Wisata Alam Lembah Sungai Oya Kedungjati, Mengingatkan Romansa Klasik

Wisata Alam Lembah Sungai Oya Kedungjati, Mengingatkan Romansa Klasik

2693
0
Wisata Alam Lembah Sungai Oya Kedungjati, Dusun Kedungjati, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Sungguh sensasional naik gethek atau sampan dari bambu di sungai yang airnya jernih, dengan kiri kanan perbukitan mengingatkan romansa dalam film cerita silat klasik atau film kolosal era kerajaan jaman Mataram. Apabila yang Anda cari suasana seperti itu untuk berekreasi atau berwisata, silakan datang ke Destinasi Wisata Alam Lembah Sungai Oya, Dusun Kedungjati, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY.

Pengunjung membawa peralatan kano sendiri untuk menyusuri Sungai Oya, Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Lembah Sungai Oya Kedungjati atau kalau saya pribadi suka menyebutnya Lembah Biru karena kalau cuaca bagus terlihat di atas lembah langit yang biru indah dan air sungai yang jernih juga ikut terlihat biru. Sebagai tempat wisata dan dikunjungi orang baru sekitar sebulanan ini,” terang Ketua Keamanan Dusun Kedungjati, Sugiyono saat ditemui Bernasnews.com, Minggu (16/8/2020), di dermaga.

Rombongan pengunjung naik gethek atau sampan dari bambu menyusuri Lembah Sungai Oya Kedungjati yang eksotik, Minggu (16/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Menurut Sugiyono, selain menyusuri sungai Oya naik gethek sejauh berkisar satu kilo meter dan menikmati keindahan batu-batuan tebing di perbukitan. “Pengunjung juga bisa melihat batu masjid sebab bentuknya mirip kubah masjid. Juga ada pohon Ingas yang umurnya lebih seabad, uniknya pohon Inga situ getahnya bikin gatal di kulit tapi yang satu itu tidak dan saya telah buktikan,” ujar Sugiyono.

Pohon Ingas yang berumur seratus tahun lebih dan ruas jalan yang menantang hanya lebar kurang dari satu meter dan hanya cukup untuk dilalui sepeda motor. Foto diambil Minggu (16/8/2020). (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara, Ketua Pemuda Kedungjati Martoyo menambahkan, bahwa untuk memperkuat keberadaan destinasi dan pengelolaannya, dirinya bersama dengan warga setempat juga telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lembah Sungai Oya Kedungjati. “Kami oleh pemerintah desa telah dibina dan diarahkan agar bisa mengikuti seperti Wisata Selopark Adventure yang telah ada terlebih dahulu, sehingga pengunjung yang naik gethek juga dimasukan program asuransi,” ungkap Martoyo.

Lanskap Wisata Alam Lembah Oya Kedungjati, Kelurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. Foto diabadikan, Minggu (16/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Adanya proyek pembangunan jembatan di sekitarnya, lanjut Martoyo, membuat destinasi yang telah ada sebelumnya itu vakum atau libur. “Jadi wilayah kiri kanan sepanjang Sungai Oya yang mempunyai pemandangan bagus, malah diuntungkan bisa berkembang menjadi tempat wisata baru, termasuk Kedungjati. Mengingat ini wisata alam jadi soal keamanan benar-benar kami jaga,” imbuhnya.

Ketua Kemanan Sugiyono (bertopi) bersama pemuda anggota Pokdarwis Lembah Sungai Oya Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Aksesbilitas menuju Wisata Alam Lembah Sungai Oya Kedungjati ini ada dua jalan masuk, pertama, dari arah Kantor Kelurahan Selopamioro, Imogiri terus saja ke Timur. Jalan ini lumayan lebar dan beraspal hasil pembangunan tiga tahun lalu, kendaraan roda empat pun bisa masuk.

“Jalan cukup lebar dan sampai ke Dusun Kedungjati ini baru sekitar satu tahunan. Sebelumnya akses jalan lebarnya cuma satu meteran seperti jalan aslinya yang masuk dari atas atau SPN. Kami sangat berharap destinasi Kedungjati juga menjadi perhatian oleh pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata, Kabupaten Bantul maupun DIY” pungkas Martoyo.

Pasangan wisatawan dari Kota Yogyakarta menikmati sensasinya naik gethek di Sungai Oya yang airnya cukup jernih, Minggu (16/8/2020), di Lembah Sungai Oya Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pintu masuk yang kedua melalui jalan masuk arah ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, untuk menuju ke sini melalui Jalan Raya Panggang, ada gapura megah bertuliskan SPN Selopamioro masuk terus sampai ke depan gedung sekolah polisi ambil kanan. Jalan lama atau jalan asli untuk menuju Dusun Kedungjati benar-benar menantang dan bisa menaikkan andrenalin pengunjung, sangat cocok bagi yang berjiwa petualang, gowes MTB terutama yang suka downhill maupun para crosser motor trail. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here