Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniWirang

Wirang


Oleh: Anton Sumarjana

bernasnews.com – Mantan Walikota Yogyakarta kena OTT KPK? Jangan kaget. Karena sebenarnya, soal pejabat kena OTT KPK itu biasa saja. Sudah banyak yang mengalami OTT, dan dipermalukan di depan publik. Toh, mereka tidak malu juga. Tetap pamer gigi sambil da da da da.

Yang istimewa, kali ini, yang kena OTT adalah seorang mantan walikota (dan beberapa pejabat di bawahnya), di Yogyakarta. Di daerah lain sudah banyak, tetapi di Kota Yogyakarta atau di empat kabupaten lainnya di DIY, belum pernah ada. Pecah telor, kata orang-orang.

Lalu, apakah warga Yogyakarta bangga? So pasti tidak. Justru sebaliknya. OTT terhadap mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti ini sangat mempermalukan warga Yogyakarta. Kita tahu selama ini di Yogyakarta tidak terdengar berita pejabat ditangkap karena korupsi atu suap. Berarti selama ini para pejabat di DIY baik-baik saja.

Jika OTT mantan Walikota Yogyakrt ini telah membuat malu warga Yogyakarta, mestinya, Pak mantan walikot lebih malu lagi. Orang Jawa bilang wirang. Wirang artinya malu. Dengan tidak mengabaikan asas praduga tak bersalah, pak mantan walikot sedang kewirangan.

Menurut adat budaya dan tradisi orang Jawa, kewirangan itu sudah seperti ketimpa langit. Gak tahu lagi dimana lagi mesti menyembunyikan muka ini. Pak mantan walikot terjerembab ke jurang kenistaan. Dipermalukan oleh ulahnya sendiri.

Semoga kejadian OTT mantan Walikota Yogyakarta ini menjadi pelajaran yang mahal bagi para pejabat di daerah istimewa ini. Tidak ada lagi pejabat di Yogyakarta yang kena OTT. Para pejabat tetap menjaga marwah dan martabat daerah istimewa yang menjadi pusat keluhuran adat istiadat dan budaya Jawa yang adiluhung.

Tiga nilai hidup orang Jawa yang menurut antropolog Hildred Geetz merupakan ciri khas orang Jawa. Kehilangan tiga nilai hidup ini berarti orang Jawa tidak lagi Jawa, Wong Jowo neng ora njawani. Tiga nilai hidup itu adalah urmat, wedi dan isin.

Urmat (ngajeni), berarti menghargai orang lain, lebih-lebih orang yang lebih berumur. Bisa kualat kalau hal ini dilanggar.

Wedi, berarti takut melakukan perbuatan tercela, karena bisa mendatangkan aib bagi dirinya dan keluarga serta masyarakat. Dan terakhir, malu atau isin. Merasa malu jika melanggar tata krama dan perilaku yang diharapkan oleh masyarakat (role expectation).

Mestinya, pejabat di Yogyakrt tidak korupsi dan anti suap. Semoga di Yogyakarta tidak ada lagi pejabat yang kena OTT KPK. Kecuali yang mau kewirangan. (Anton Sumarjana, pengamat sosial, tinggal di Jakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments