Home Seni Budaya Wedding Virtual Solusi Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi COVID-19

Wedding Virtual Solusi Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi COVID-19

267
0
Pagelaran simulasi Wedding Virtual di Gedung Grha Sarina Vidi, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, DIY. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Siapa bilang menikah di tengah pandemic COVID-19 tidak bisa meriah? Dengan konsep virtual wedding, pengantin dan tamu undangan bisa bertegur sapa walaupun lewat layar gawai mesti tak bisa bertatap muka secara langsung. Demikian disampaikan oleh Nurul Pikroh selaku Public Relation Vidi Group, Support by Cornellia & Co dalam rilisnya yang dikirim ke Bernasnews.com, Kamis (21/5/2020).

“Beberapa vendor wedding di Yogyakarta meluncurkan terobosan akad dan resepsi dengan konsep virtual wedding, Selasa (19/5/2020) lalu. Simulasi pernikahan diadakan di Gedung Grha Sarina Vidi, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, DIY,” terang Nurul.

Pernak pernik upacara adat dan budaya masih tetaap dapat dilakukan dalam wedding virtual ini, semacam acara kacar kucur dan sebagainya. (Foto: Istimewa)

Pada perhelatan simulasi Virtual Wedding tersebut tetap berupaya menjaga keselamatan semua orang dengan memberlakukan standard protokol COVID-19 seperti, wajib menggunakan masker, penyemprotan disinfektan di venue acara, face shield, thermogun, handsanitizer serta peserta maksimal 20 orang.

Vendor yang terlibat dalam acara simulasi wedding tersebut di antaranya, Grha Sarina Vidi (gedung/ tempat acara), GM Pro (multimedia & video shooting), Vidi Catering (catering), Klapa WO (wedding organization), Creasindo (decor), Dior (MUA), Kota Gedhe Jewellery (mas kawin), Dr. Wigung Wratsangka (sebagai MC), Pengantin Production WO (sebagai talent Ibu Dani Wigung), Savitri Wedding (vendor seserahan), Awang Rebo Legi MC (sebagai talent) dan Teguh Subroto MC (sebagai talent).

Protokol kesehatan tetap harus dilakukan termasuk saat merias pengantin. (Foto: Istimewa)

“Simulasi tersebut membuahkan hasil positif berupa berjalan lancarnya acara resepsi serta dapat dilaksanakan dengan siaran langsung yang sangat mungkin disaksikan oleh tamu undangan dari jarak jauh,” ungkap Nurul.

Dalam simulasi tersebut tamu undangan VVIP yang turut hadir diantaranya: Sri Purnomo (Bupati Sleman), GKR Mangkubumi, Alissa Wahid putri Gus Dur, serta penyanyi  Cakra Khan. Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan ucapan selamat menikah kepada pengantin. “Virtual wedding ini sebagai jalan keluar untuk para calon manten yang hendak melaksanakan acara pernikahan,” ujar orang nomer satu di Sleman ini.

Ucapan selamat untuk mempelai juga disampaikan oleh GKR Mangkubumi, Alissa Wahid, dan Cakra Khan. “Selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai semoga bahagia dan menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, acara wedding kalian out of the box semoga bisa menjadi trend kedepannya,” kata Alissa.

Bupati Sleman, Sri Purnomo berkesempatan menyapaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai pengantin secara virtual. (Foto: Istimewa)

Menurut Nurul, dalam perhelatan Wedding Virtual ini tidak hanya para undangan yang bisa menyaksikan pengantin di pelaminan, namun kedua mempelai juga bisa menyaksikan tamu undangan dari layar besar yang disediakan. Dari layar berukuran 3×4 meter, mempelai bisa melihat 1000 undangan yang telah memiliki akses tautan untuk bergabung di pernikahan virtual tersebut.

“Soal dekor, juga bisa disesuaikan dengan keinginan pengantin. Acara resepsi pun dilakukan seperti biasanya, dimulai dari sambutan keluarga, doa, hingga prosesi adat yang dilaksanakan dengan panduan dari WO. Untuk bersalam-salaman, sesi ini diganti dengan pengantin yang menyapa undangan secara virtual,” terang Nurul.

Yury Sales, Direktur GM PRO selaku konseptor acara menegaskan, bahwa konsep pernikahan ini juga bukan tak mungkin bakal menjadi alternatif konsep pernikahan di masa depan yang bisa jadi menjadi tren dan bakal laris diminati. “Meski saat ini tanggapan masyarakat masih belum seratus persen setuju, tapi semaksimal mungkin kami berupaya memberikan solusi kepada calon pengantin yang hendak melaksanakan niat baiknya,” ujar Yury.

Tampilan dalam layar beberapa tamu undangan yang menyampaikan ucapan kepada pengantin secara virtual. (Foto: Istimewa)

Hal unik dalam pernikahan virtual ini meski dinamakan pernikahan virtual, mempelai tetap bisa menerima uang kasih sayang dari para undangan melalui rekening yang ditampilkan dalam running text di layar. Dan tamu undangan dapat melakukan transfer melalui e-banking yang dimilikinya. “Tidak hanya itu, pernikahan pun tetap berkesan dengan katering dan souvenir yang juga dibagikan kepada para undangan. Pengiriman bisa dilakukan dengan menyewa jasa penyedia transportasi atau kurir,” pungkas Nurul.

Sementara itu Sri Sulasmi selaku Direktur PT. Cipta Sarina Vidi menambahkan, bahwa eksekusi terhadap ide dari GM PRO di Grha Sarina Vidi ini diharapkan bisa menjawab keresahan pengusaha dibidang wedding. Menurut Sri Sulasmi, usaha ini tidak boleh terpuruk terlalu lama dan harus segera move on, niat kami tulus untuk membangkitkan industri di bidang Wedding & Event. “Mewakili seluruh vendor yang terlibat diharapkan industri ini tidak vakum dan masih tetap bisa menjadi tumpuan hidup banyak orang,” tegasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here