Home Ekonomi Webinar Internasional Kafegama 86: Memperkuat Ketahanan Ekonomi di Tengah Pandemi

Webinar Internasional Kafegama 86: Memperkuat Ketahanan Ekonomi di Tengah Pandemi

189
0
M. Edhie Purnawan (Ketua Kafegama 86/ Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia) sebgai Ketua Penyelenggara Webinar Internasional. (Foto: Tangkapan Layar)

BERNASNEWS.COM — Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Angkatan 1986 (Kafegama 86) bekerjasama dengan Pengurus Pusat ISEI, dan Asian Development Bank (ADB) menyelenggarakan webinar internasional, Jumat (6/8/2021).

Webinar bertajuk ‘Stregngthening Economic Resilience in the Midst of Prolonged Covid-19 Pandemic’ menghadirkan nara sumber antara lain, Edimon Ginting (Deputy Director General ERCD, ADB), Doddy Zulverdi (Executive Director-Head of International Department Bank Indonesia), James P. Walsh (Senior Resident Representative for Indonesia, IMF) dan Hal Hill (Profesor Emeritus of South Asia Econominies, ANU).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berkesempatan memberikan sambutan pengantar dalam webinar tersebut. Sedangkan bertindak selaku moderator adalah Dinna Prapto Raharja, Dosen UBINUS/ Founder Synergy Policies.

Ketua Kafegama 86 dan Ketua Badan Supervisi BI yang juga sebagai ketua penyelenggara M. Edhie Purnawan mengungkapkan, salah satu tujuan webinar internasional ini adalah untuk membahas kemajuan  dan kebiujakan anjutan idalam penanganan Covid-19, serta proses pemulihan ekonomi Indonesia ke depan.

Dalam sambutan pembuka, Edhie Purnawan menyatakan, bahwa salah satu kunci pemulihan ekonomi adalah percepatan program vaksinasi. Pernyataan tersebut didasarkan pada pengalaman dari beberapa negara maju, seperti misalnya Inggris dan beberapa negara di Eropa dan Amerika Utara.

“Faktor lain untuk kondisi Indonesia adalah pengendalian penyebaran virus yang disertai kebijakan stimulus bagi pelaku ekonomi baik skala mikro, kecil, sedang dan besar,” kata Edhie Purnawan yang juga dosen FEB UGM.

Edimon Ginting (Deputi Direktur Jenderal ECRD, ADB/ Ketua Bidang Akademik Kafegama 86) selaku narasumber. (Foto: Tangkapan Layar)

Sementara salah satu nara sumber, Edimon Ginting (Ekonom ADB / Ketua Bidang Akademik Kafegama 86) menegaskan, bahwa pemulihan ekonomi di benerapa negara Asia berbeda kecepatannya karena perbedaan keberhasilan didalam menangani Pandemi Covid-19.

“Salah satu karakteristik yhal yang menarik dari virus varian Delta di India adalah kasus harian naik dengan sangat cepat tapi juga turun dengan cepat didalam 3 bulan,”ujarnya.

Dikatakan, kondisi tersebut dikarenakan 2/3 dari masyarakat di India sudah divaksin sehingga antibodinya sudah rekatif baik. baik karena vaksin maupun karena terjangkit virus secara langsung. “Mempercepat vaksinasi dan menambah kapasitas sistem kesehatan tetep merupakan strategi terpenting untuk mendukung pemulihan ekonomi unruk jangka pendek”, tegas Edimon.

Dalam jangka menengah, menurut Edimon, Indonesia perlu memperbaiki program pembanguman manusia, mempecepat digitalisasi dan melakukan reformasi di berbagai bidang agar  mendapat manfaat yang lebih besar dari globalisasi dan penanaman modal asing langsung (Foreign Direct Investment). (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here