Home Ekonomi Webinar FBE UAJY: “QRIS Menuju 12 Juta Merchant”

Webinar FBE UAJY: “QRIS Menuju 12 Juta Merchant”

337
0
Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY dan ISEI Cabang Yogyakarta menyelenggarakan webinar regional, Senin (29/3/2021), yang bertajuk “Akselerasi Menuju QRIS 12 Juta Merchant”. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

BERNASNEWS.COM — Bank Indonesia (BI) bersama Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), terus mendorong perluasan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dengan target 12 juta merchant pada tahun 2021, guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal ini sejalan dengan upaya BI mendukung program Pemerintah melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI). Adapun pada tahun 2020, sebanyak 6 juta merchant di 34 provinsi, 480 kabupaten/ kota dan 85% diantaranya adalah UMKM, telah menggunakan QRIS. Peenggunaan QRIS  tersebut didukung infrastruktur dari 52 Penyelenggara PJSP berizin.

Berkaitan dengan hal tersebut Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY dan ISEI Cabang Yogyakarta menyelenggarakan webinar regional, Senin (29/3/2021), yang bertajuk “Akselerasi Menuju QRIS 12 Juta Merchant”.

Deputi Direktur/Wakil Kepala KPwBI DIY Miyono, SE, ME. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Dalam webinar tersebut sebagai narasumber adalah Miyono, SE, ME selaku Deputi Direktur/Wakil Kepala KPwBI DIY, bertindak selaku moderator Dr. AM Rini Setyastuti, SE, M.Si (Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY). Webinar tersebut diikuti oleh 125 peserta yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa FBE UAJY serta anggota ISEI Cabang Yogyakarta.

Deputi Direktur/ Wakil Kepala KPwBI DIY, Miyono menjelaskan, pada tahun 2021 KPwBI DIY menargetkan 300 ribu merchant yang bertransaksi menggunakan QRIS. “Pada tahun 2020 kemarin Kantor Perwakilan BI DIY berhasil merealisasikan 149.924 merchant penyedia barang dan jasa di DIY yang menggunakan QRIS. Capaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 100.000 merchant pada tahun 2020,” ungkap Miyono.

Dr. AM Rini Setyastuti, SE, M.Si, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Dikatakan, Bank Indonesia memiliki tujuan QRIS dapat digunakan sebagai pilihan transaksi pembayaran yang efisien, murah, dan cepat. Jargon yang diusung QRIS sendiri adalah UNGGUL yang merupakan singkatan dari, UNiversal, karakternya inklusif artinya dapat dipakai seluruh masyarakat untuk pembayaran transaksi dalam dan luar negeri; GampanG, pengguna dapat menggunakannya secara mudah dan aman dari handphone (HP); Untung, menguntungkan dari sisi penjual dan pembeli berkat prosesnya yang efisien untuk berbagai aplikasi pembayaran yang ada; Langsung, bersifat realtime atau transaksi berlangsung saat itu juga.

Sementara itu, Dr. Y. Sri Susilo, SE, MSi, Kaprodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY menambahkan, bahwa webinar yang diselenggarakan oleh Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY dijadwalkan 4x dalam satu semester. “Dalam kegiatan webinar tersebut akan menggandeng ISEI Cabang Yogyakarta, KPwBI DIY dan Kantor Ororitas Jasa Keuangan (OJK) DIY. Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan mereka untuk mendukung prodi kami,” tutup Susilo dalam rilisnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here