Home News Wawalikota Yogyakarta: “Pemudik Harus Menjalani Isolasi Mandiri”

Wawalikota Yogyakarta: “Pemudik Harus Menjalani Isolasi Mandiri”

43
0
Wakil Walikota Yogyakarta yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Drs Heroe Poerwadi MA. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Pemudik yang sudah berada di Kota Yogyakarta diimbau untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk melapor ke posko PPKM mikro yang ada di lingkungan RT atau RW. Demikian disampaikan Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA.

“Dan harus menjalani isolasi mandiri 5 hari jika sehat atau 14 hari jika ada gejala. Isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah jika kondisinya memungkinkan atau ke hotel. Seusai menjalani isolasi mandiri, pemudik diharapkan menjalani pemeriksaan Covid-19 untuk memastikan diri tidak tertular virus tersebut,” ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Senin (3/5/2021).

Dikatakan Heroe Poerwadi, pentingnya memastikan kondisi kesehatan masyarakat agar tidak terjadi sebaran Covid-19. “Nanti kalau tidak ada surat keterangan telah melakkukan rapid test, harus ada tindakan untuk mereka demi keamanan bersama,” tegasnya.

Sampai saat ini, imbuh Heroe Poerwadi, sudah banyak kampung yang menyediakan selter secara mandiri. Petugas di wilayah akan melakukan monitoring terhadap kedatangan orang di wilayahnya masing-masing. “Posko PPKM mikro di wilayah harus mulai mengintensifkan pemantauan dengan lebih ketat terhadap pemudik atau pendatang,” pungkasnya.

Dikutip dari Portal Berita Pemkot Yogyakarta, Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta Deddy Pranawa Eryana mengatakan, jika ada 7 hotel di Yogyakarta yang sudah siap digunakan sebagai tempat karantina mandiri bagi pemudik.

“Pengelola hotel telah menetapkan harga paket untuk masyarakat yang akan menjalankan karantina di hotel. Layanan tersebut termasuk 3 kali makan dalam sehari dan satu kali pemeriksaan sampel usap saluran nafas untuk mendeteksi penularan Covid-19 menjelang akhir karantina,” ungkap Deddy.

Untuk paket harga paket pelayanan karantina mandiri selama lima hari berkisar Rp 6.000.000 hingga Rp 9.000.000 di hotel berbintang dan maksimal Rp 3.000.000, di hotel tidak berbintang. “Satu kamar hanya diisi satu orang. Tetapi jika berasal dari satu keluarga yang sama bisa diisi dua hingga tiga orang,” ujar Deddy. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here