Home Opini Waspadai Kolesterol Saat Pandemi Covid-19

Waspadai Kolesterol Saat Pandemi Covid-19

1793
0
Ns. Dewi Purnasiwi, S Kep, Perawat RS. Bethesda Yogyakarta dan Mahasiswa Pascasarjana UMY Peminatan KMB. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Dampak dari stay at home untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 mengharuskan kita melakukan kegiatan di rumah saja dari belajar, bekerja, beribadah dan lain sebagainya. Dengan kondisi tersebut membuat orang menjadi tidak bisa mengontrol pola makan. Dalam pengelolaan makanan selama di rumah jika tidak hati-hati akan memicu kenaikan kolesterol dalam darah.

Makanan yang siap saji sangat tidak dianjurkan untuk mencegah kenaikan kadar kolesterol. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan atau kenaikan trigliserid serta penurunan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh. Sekitar seperempat kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel hati.

Pada dasarnya tubuh membutuhkan kolesterol untuk tetap sehat dan bisa melakukan aktifitas. Ada dua jenis kolesterol dalam tubuh kita yakni kolesterol jahat dan kolesterol baik. Kolesterol jahat (LDL- Low Density Lipoprotein) merupakan salah satu penyebab utama pembentukan ateroskerosis. Ketika ada kelebihan sirkulasi LDL terlalu banyak mengakibatkan kolesterol bisa diendapkan ke dinding arteri sehingga akan terjadi penyempitan dari pembuluh darah.

Kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan sirkulasi darah yang buruk. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah merupakan upaya pencegahan dari penyakit tersebut. Faktor risiko kenaikan kadar kolesterol, 1) Pola makan yang ntidak sehat, 2) Kurangnya aktifitas fisik, 3) Kegemukan, 4) Penyakit yang diderita (Diabetesmiletus, Penyakit Tiroid, Penyakit Hati, Penyakit Ginjal), 5) Obat-obatan, 6) Alkohol, 7) Merokok, 8) Keturunan/ genetik.

Mengelola kadar kolesterol terbagi dua cara, yaitu, Non Farmakologis dan Farmakologi/ obat-obatan. Non Farmakologis terdiri dari, a) Aktivitas Fisik, b) Terapi Nutrisi, c) Berhenti Merokok dan Berhenti Konsumsi Alkohol.

Aktifitas fisik yang dianjurkan adalah aktifitas fisik 3-4 kali seminggu selama 30 menit dengan intensitas sedang. Aktifitas fisik yang dianjurkan adalah jalan cepat, bersepeda statis, berenang dan senam aerobik.  Untuk terapi nutrisi, disarankan untuk diet rendah kalori, tinggi protein. Kacang-kacangan, Makan buah dan sayur dalam keseharian

Sementara mengelola kadar kolesterol berdasar Farmakologi/ obat-obatan yakni, terapi farmakologi diberikan bersamaan dengan terapi non farmakologi. Prinsip dari terapi farmakologi atau dengan obat-obatan, adalah untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung. Oleh karena itu segera hubungi dokter jika didapatkan kadar kolesterol yang lebih dari normal supaya dapat diberikan terapi yang tepat.

Pemeriksaan kadar kolesterol sangat penting dilakukan secara berkala agar dapat memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta untuk dapat mengendalikan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Jika ditemukan kadar kolesterol tinggi, segera konsultasikan dengan dokter untuk dapat diberikan pengobatan yang tepat. (Ns. Dewi Purnasiwi, S Kep, Perawat RS. Bethesda Yogyakarta dan Mahasiswa Pascasarjana UMY Peminatan KMB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here