Home Pariwisata Warung Legendaris “Bu Darmo” di Muntilan Menyediakan 30 Macam Masakan Tempo Dulu

Warung Legendaris “Bu Darmo” di Muntilan Menyediakan 30 Macam Masakan Tempo Dulu

3076
0
Warung Bu Darmo, Jalan Tambakan, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Meski bentuk bangunan kekinian namun tetap mengedepankan konsep warung, baik dalam pengelolaan maupun kulinernya. Foto diambil, Minggu (27/7/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Dalam hal masak memasak generasi kekinian dipastikan memilih praktis dengan cara membeli lauk atau makanan yang sudah matang tinggal disajikan, bahkan demi kepraktisan karena alasan kesibukan para ibu melineal jarang memasak sendiri, sangat beda dengan para ibu jaman dahulu. Hal ini apabila terabaikan resep-resep masakan tempo dulu milik keluarga, terutama kuliner khas Jawa lambat laun akan hilang tertelan jaman dan kalah dengan kuliner kekinian.

Pengunjung Warung Bu Darmo, Muntilan yang sedang mengamati sajian aneka masakan yang disajikan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Bagi Anda para pemburu kuliner pingin bernostalgia dengan masakan-masakan Jawa tempo dulu dan kebetulan melintas di Kota Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah bisa mampir untuk icip di Warung Makan Bu Darmo, tepatnya berada di Jalan Tambakan, Muntilan. Keberadaan Warung Bu Darmo ini bisa dikatakan warung legend karena keberadaannya lebih dari 70 tahun, dengan mensajikan anekan masakan Jawa tempo dulu, ada sejumlah 30 macam masakan.

Purnomo dan istri selaku generasi kedua penglola Warung Bu Darmo, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Foto diabadikan, Minggu (27/72020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

“Usaha warung makan ini dikelola oleh Bu Darmo sejak kami masih anak-anak, jadi kalau dihitung berdiri hingga kini sekitar 70 tahunan. Dulunya berbentuk kios dengan bangunan kayu blablak seperti warung makan pada umumnya. Setelah ibu meninggal, usaha warung kami lanjutkan dan tetap kami pertahankan hingga kini, baik macam masakan dan cita rasanya,” ungkap Purnomo, generasi kedua pengelola Warung Bu Darmo kepada Bernasnews.com, Minggu (26/7/2020).

Purnomo, pensiunan bank plat merah di Muntilan ini menambahkan, bahwa cara memasak almarhumah Bu Darmo untuk masakan tertentu tetap dipertahankan hingga kini, dengan dibantu 7 tenaga yang masih kerabatnya. Salah satunya adalah memasak tetap memakai bahan bakar arang juga tidak menggunakan penyedap rasa. Menurutnya, memasak dengan bahan bakar arang itu cita rasanya sangat beda jika dibanding dengan masak memakai gas.

Seorang pengunjung Warung Bu Darmo sedang memilih lauk yang disediakan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Konsep tetap warung bukan rumah makan dengan aneka jenis masakan, serta cita rasa ndeso tetap dipertahankan. Sedangkan bangunan warung yang juga sebagai rumah tempat tinggal diperbaruhi sejak tahun 1996 dan kami kelola dengan serius paska pensiun dari sebuah bank di Muntilan,” tutur Purnomo.

Warung Bu Darmo, buka Jam 07:00 – 16:30 WIB, tersedia 30 macam masakan, dari masakan yang berkuah hingga yang kering ataupun basah, sperti sayur brongkos, lodeh, gudeg, sambel ati, oseng, buntil dan sebagainya. “Ada beberapa menu masakan yang tergantung dengan musim, misalnya sayur jengkol atau sayur rebung. Untuk konsumen tidak hanya warga Muntilan, dari luar kota juga banyak yang menyempatkan mampir. Pelukis legendaris Affandi dulu sering mampir pagi-pagi untuk sarapan apabila mau ke Borobudur untuk melukis,” pungkas Purnomo.

Ibu-ibu peserta rombongan touring motor di Yogyakarta menyempatkan makan siang, Minggu (26/7/2020), di Warung Bu Darmo, Muntilan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara itu, Yoyok Suhartoyo yang mengudap di Warung Bu Darmo bersama rombongan touring sepeda motor dari Yogyakarta kepada Bernasnews.com mengatakan, bahwa setiap melintasi Kota Muntilan bisa dipastikan mampir untuk makan, baik untuk sarapan atau makan siang menyesuaikan waktunya.

“Saya paling suka sayur lodehnya tapi kebetulan pas habis jadi ganti sayur brongkos. Kebetulan rombongan kami tadi dari wisata di Bendungan Watu Purbo, Sleman mau lanjutkan nikmati sunside di Ketep Pass, jadi acara makan siangnya mampir di sini,” ujar Yoyok yang hobi touring motor dan gowes didampingi sang istri. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here