Home News Warga Pilih-pilih Jenis Vaksin Jadi Kendala Pelaksanaan Vaksinasi

Warga Pilih-pilih Jenis Vaksin Jadi Kendala Pelaksanaan Vaksinasi

130
0
Giat vaksinasi massal oleh Puro Pakualaman Yogyakarta, Rabu (1/9/2021). Foto: Kiriman Eva,

BERNASNEWS.COM — Di tengah gencarnya penyelenggaraan vaksinasi oleh Pemda DIY, kekinian terdapat kendala pada warga masyarakat berupa pilih-pilih jenis vaksin. Kalau jenis vaksin Astra peminatnya agak sedikit, sementara jenis Sinovac lebih banyak. Demikian disampaikan Kepala Puskesmas Pakualaman Nike Indrawati.

“Selain itu, untuk penyelenggaraan vaksinasi menggunakan undangan per wilayah sebagian ada yang memenuhi kuota tetapi kadang kala ada yang tidak datang,” ungkap Nike, di sela-sela kegiatan vaksinasi massal, Rabu (1/9/2021), di Pura Pakualaman, Yogyakarta.

Dikatakan, saat ini sudah banyak yang berminat datang untuk mendapatkan vaksin daripada saat awal yang kemungkinan waktu itu banyak yang takut. Penyelenggaraan vaksinasi massal ini 2 dosis, sebagian untuk warga masyarakat Pakualaman tetapi juga untuk warga dari masyarakat umum.

“Terkait penyelenggaraan vaksinasi di Puro Pakualaman, untuk vaksinnya dibantu oleh TNI. Sedangkan petugasnya ada sukarelawan juga petugas dari TNI, serta Puskesmas,” jelasnya.

Suasana penyelenggaraan vaksinasi massal, Rabu (1/9/2021), di Puro Pakualaman, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Eva)

Untuk vaksinasi bagi ibu hamil, imbuh Nike, sebagian besar sudah dilakukan langsung di Puskesmas. Menurutnya persentase ibu hamil di Kemantren Pakualaman yang sudah divaksin mencapai 80 persen. “Selain itu jumlahnya memang tidak banyak,” katanya.

Camat Pakualaman Cahya Wijayanta mengungkapkan, bahwa kegiatan vaksinasi bagus karena bisa mengakselerasi masyarakat yang divaksin. “Kegiatan yang dilakukan ini akan mengakselerasi masyarakat yang divaksin, warga Kemantren Pakualaman sudah 50 persen lebih yang divaksin,” terang Cahya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pura Pakualaman, Cahya Wijayantan berharap agar program ini terlaksana kembali sehingga vaksinasi bisa berlangsung 100 persen di Kemantren Pakualaman. Sementara kendala yang dihadapi kecamatan adalah saat penyelenggaraan vaksinasi bagi lansia dan difabel.

“Khususnya bagi difabel ada keterbatasan akses dan sebagainya sehingga yang perlu dilakukan adalah cara mendekatkan vaksin ke peserta vaksin,” katanya.

Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Pakualam (kiri nomor 2) foto bersama panitia penyelenggara vaksinasi massal, di Puro Pakualaman, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Eva)

Sementara itu, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Pakualam menyampaikan, bahwa Puro Pakualaman memang ingin membantu pemerintah untuk mempercepat vaksinasi. “Di sini diadakan vaksinasi yang kedua. Sebanyak 2000 peserta hari ini dan besok. Saya rasa kita sebagai warga Yogyakarta harus bersama-sama untuk mempercepat vaksinasi ini,”ungkapnya.

Pemda DIY sendiri berharap lekas berlangsung pembelajaran tatap muka sehingga vaksinasi perlu dilakukan untuk pelajar, mahasiswa, dan keluarganya. “Juga perempuan perlu divaksinasi, karena baru 20 persen perempuan yang tervaksinasi. Makanya, saya bekerja sama dengan ibu-ibu PKK dari kabupaten/ kota untuk ngoyak-oyak (mengejar) para perempuan untuk mau divaksinasi,” sambungnya.

Banyak kendala yang dihadapi oleh perempuan, pertama ketika bapak-bapak divaksin maka ibu akan di rumah jaga rumah. Kedua, ibu-ibu malas divaksinasi karena takut disuntik.

“Saya prihatin dengan ibu hamil, katanya dulu ibu hamil tidak boleh divaksinasi tapi sekarang sudah boleh divaksinasi, sayangnya dia sudah malas duluan,” katanya

Istri Wagub DIY ini tetap berharap bisa melakukan promosi atau gencar mendengungkan vaksinasi yang berguna dan bermanfaat untuk kesehatan diri sendiri sehingga dapat mengubah pola pikir yang malas dan takut tersebut.

“Marilah masyarakat Yogyakarta terutama ibu-ibu di Yogyakarta marilah kita divaksin, karena vaksin untuk menyehatkan kita, meningkatkan imun kita, jangan takut untuk vaksinasi,” tegasnya.

Kanjeng Pangeran Haryo menambahkan, bahwa vaksinasi hari ini merupakan pelayanan vaksinasi lanjutan dari vaksinasi dosis pertama. Sesuai dengan jangka waktu pemberian vaksin Sinovac selama 28 hari atau 4 minggu. “Pada tanggal 1-2 September 2021 berlangsung lanjutan vaksinasi dosis kedua,” imbuhnya.

Agenda dari Puro Pakualaman adalah membantu percepatan penyelanggaran vaksinasi Covid-19. Kini fokus membantu dua kabupaten, yakni Gunungkidul dan Kulon Progo. Menurutnya antuasias masyarakat mengikuti vaksinasi saat ini begitu bagus. Sementara Pemerintah Kota Yogyakarta, ada beberapa sentra vaksinasi seperti XT Square, SMKN 7 Yogyakarta, dan Kantor PDAM Tirtamarta. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here