Warga Perum Puridomas Lestarikan Budaya Gotong-royong

    245
    0
    Warga Perum Puridomas bergotong-royong membersihkan akses jalan dan menambah lampu penerangan. Minggu (21/6/2020). Foto: AG Irawan

    BERNASNEWS.COM – Gotong-royong menjadi salah satu pilihan kegiatan warga masyarakat dalam memupuk keguyuban, mempererat silaturahmi dan saling mengenal serta mengakrabkan antar tetangga. Pun saling bertukar ide dan gagasan guna mewujudkan ketentraman serta kenyamanan bertempat tinggal. Terlebih di sebuah permukiman perumahan dengan penduduk yang mayoritas pendatang dari luar DIY.

    Di salah satu lajur jalan masuk sisi utara menuju Blok C dan D Perumahan Puridomas, Dusun Sempu, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, upaten KabSleman, sejumlah warga setempat berbaur bersama membersihkan akses jalan keluar masuk serta menambah lampu penerangan di sekitar lokasi, Minggu (21/6/2020) pagi. Jalan tersebut kembali dibuka setelah sempat ditutup (lockdown) beberapa saat akibat wabah Covid-19.

    Kegiatan ini sebentuk kepedulian warga agar lingkungan sekitar kian semarak dan menyenangkan. “Memang jalan masuk dari sisi utara ini, jika malam terkesan gelap, sepi dan singup. Ada sejumlah pohon besar nan rindang, juga rumpun bambu di sudut belokan jalan di pinggir tebing Sungai Kuning yang harus ekstra hati-hati saat berkendara. Maka, ya segera butuh tambahan penerangan yang cukup. Dan ini kita kerjakan bareng-bareng saja,” terang Agung Laksana, warga Puridomas asli Banyuwangi, Jawa Timur.

    Jalan masuk menuju Blok C & D Perum Puridomas yang berpotensi terkikis limpasan air hujan. Minggu (21/6/2020) pagi. Foto : AG Irawan

    Pola gotong-royong seperti ini dirasa paling tepat untuk dilaksanakan di tengah masyarakat kita. “Bagi orang Jawa, yang pas memang kata gotong-royong. Ada juga kerja bakti, tapi nggak begitu tepat,” ungkap Pak Bona di sela istirahat sembari menikmati makanan ringan dan cemilan yang disediakan warga.

    Pak Bona yang merupakan warga asli Bantul, Yogyakarta juga menambahkan, bahwa di desa masih ada istilah sambatan. Hal ini merujuk pada renovasi rumah seseorang, biasanya secara ekonomi kurang mampu, lalu warga sekitar bahu membahu ikut membantu.

    Saat giat gotong-royong justru banyak ide yang terlontar demi kemajuan lingkungan lewat obrolan ringan jauh dari ruang formal. Sebuah perbincangan antar warga yang mungkin tak terungkap saat dihelat pada pertemuan resmi.

    Saling berbincang sembari memperbaiki penerangan jalan kian jalin keakraban antar warga, Minggu (21/6/2020). Foto: AG Irawan

    Dalam giat gotong-royong ini, warga juga akan tahu kondisi riil terkini jalan yang selama ini dilewati. Jika ada potensi jalan rusak atau terancam terkikis limpasan air hujan, bisa langsung dilihat serta dibuat perencanaan perbaikan.

    Seorang warga lainnya asal Jateng, Haji Ahmadi mengatakan, perlu segera membuat perencanaan untuk perbaikan jalan yang mulai rusak, agar akses keluar masuk warga lebih nyaman.

    Bagi warga kompleks perumahan, bergotong-royong menjadi dinamika yang unik, menarik sekaligus menyenangkan. Berkumpulnya beragam ide dari warga lintas strata, lintas generasi, juga lintas daerah asal kian memperkaya keragaman. Di sela bergotong-royong sejumlah makanan ringan, kudapan dan minuman tersaji sebagai ruang berbagi empati. (AG Irawan, salah satu warga Perumahan Puridomas)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here