Home News Warga Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro Belajar Membuat Tempe

Warga Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro Belajar Membuat Tempe

1461
0
Anak-anak Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro, Kulon Progo belajar membuat tempe kedelai, Jumat (14/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM —  Dalam rangka memperingati Hari Pramuka yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2020, Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro, Kabupaten Kulon Progo, DIY menyelenggarakan giat ketrampilan membuat tempe kedelai, Jumat (14/8/2020). Kegiatan membuat tempe tersebut dibimbing langsung oleh Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta Drs. Z. Bambang Darmadi, MM dan diikuti oleh puluhan peserta warga panti.

Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta Drs. Z. Bambang Darmadi, MM menyerahkan buku pengetahuan cara membuat tempe kepada Suster Cristera OSF sebagai kenang-kenangan untuk menambah koleksi perpustakaan Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro, Kulon Progo, DIY (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Suster Cristera OSF selaku Pimpinan Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji dalam sambutannya mengatakan, bahwa kita sebagai generasi milenial penerus bangsa harus menjadi pribadi yang kreatif dan handal. “Anak-anak harus selalu belajar dan menambah pengetahuan sebagai bekal hidup, termasuk pada kesempatan kali ini belajar bersama-sama cara membuat tempe dari kedelai,” tutur Suster Cristera OSF.

Suster Cristera OSF Pemimpin Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji saat memberikan sambutan dan motivasi kepada peserta pelatihan, Jumat (14/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Menurut Suster Cristera OSF, tempe merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat, harganya pun cukup murah, enak dan bergizi tinggi. “Dengan belajar membuat tempe kedelai sendiri, siapa tahu kedepan dapat menjadikan sumber penghasilan. Tempe juga bisa dibuat keripik dengan aneka rasa, bisa rasa gurih, rasa pedas, rasa keju dan lain sebagainya,” ungkap Suster.

Praktek pemberian ragi tempe pada kedelai yang telah matang dan bersih. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara Pak Bambang Darmadi selaku pembimbing menjelaskan, bahwa membuat tempe kedelai itu harus tekun dan sabar karena prosesnya cukup lama, dari pemilihan biji kedelai yang bagus, perendaman, memasak kedelai, hingga pemberian ragi dan pembukusan atau pengepakan berdasar ukuran tertentu.

“Ada beberapa jenis kedelai untuk membuat tempe, ada kedelai lokal, kedelai impor dari Amerika yang memiliki ciri-ciri bulat dan memiliki mata berwarna hitam dan kedelai dari China berbentuk bulat dan bermata kuning,” papar Pak Bambang.

Anak-anak Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan tempe. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Kedelai impor ini tidak bisa disemai atau ditanam sebab telah dilakukan proses pengeringan dengan teknologi tertentu, Pak Bambang menambahkan, setelah pemilihan kedelai dan dibersihkan dari kotoran kemudian kedelai dilakukan perendaman. “Direndam minimal 4 jam untuk memekarkan kedelai agar tidak terlalu lama sewaktu memasaknya. Kemudian direndam lagi untuk mengeluarkan asamnya dan direbus lagi,” imbuh Pak Bambang.

Proses pembungkusan kedelai yang telah diberi ragi tempe, dengan daun atau plastik. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dalam pemecahan kedelai dan mengelupas kulitnya dapat dilakukan secara manual pakai tangan juga memakai mesin untuk pembuatan tempe sekala besar. Tahapan berikutnya adalah pemberian ragi tempe berdasar ukuran tertentu, selanjutnya pembungkusan kedelai itu, dengan daun atau plastik. Tinggal simpan pada suhu kamar berkisar dua hari untuk menunggu menjadi tempe.

Usai pelatihan pembuatan tempe para peserta pelatihan foto bersama. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pada sesi terakhir atau ramah tamah antara pembimbing dan peserta latihan, Pak Tedy dari Bernasnews.com yang mendampingi Pak Bambang Darmadi, memberikan tips-tips praktis dalam pengambilan foto memakai handphone untuk kepentingan jurnalistik. “Pengambilan foto nggak usah takut-takut, ambil saja sebanyak-banyaknya dari berbagai posisi toh sudah digital, yang nggak bagus tinggal hapus,” tutup Pak Tedy. (Claudia Berliana Pasca Putri, Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro, Kulon Progo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here