Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeSeni BudayaWarga Padukuhan Krebet Gelar Merti Dusun, Wakil Bupati Bantul: Nguri-uri Kabudayan

Warga Padukuhan Krebet Gelar Merti Dusun, Wakil Bupati Bantul: Nguri-uri Kabudayan

BERNASNEWS.COM – Warga Padukuhan Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan/Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul menggelar kegiatan budaya merti dusun pada hari Sabtu, 15 Januari 2022. Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nguri-uri kabudayan atau melestarikan kebudayaan.

Dikutip Bernasnews.com dari akun twitter resmi Pemkab Bantul, merti dusun merupakan upacara adat yang dilakukan masyarakat dengan cara bersih-bersih di lingkungan tempat tinggal, dilanjutkan doa bersama.

Warga Padukuhan Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan/Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul menyediakan tumpeng dalam kegiatan budaya merti dusun pada hari Sabtu, 15 Januari 2022.

Padukuhan Krebet merupakan salah satu padukuhan yang berkomitmen nguri-uri kabudayan hingga saat ini. Bahkan hampir 73 tahun warga Padukuhan Krebet melakukan kegiatan merti dusun. Upacara merti dusun juga sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo yang menghadiri acara merti dusun di Padukuhan Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Sabtu (15/1/2022) itu mengapresiasi kegiatan merti dusun yang dilakukan warga selama berpuluh-puluh tahun. Sebab, selain melestarikan budaya, upacara merti dusun juga menjadi ajang konsolidasi bagi masyarakat untuk mewujudkan kebersamaan dalam rangka pencapaian kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya visi Kabupaten Bantul yang harmonis, sejahtera, berkeadilan menuju Bantul yang Projotamansari, berbudaya, sejahtera, demokratis dan agamis.

Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo menyampaikan sambutan pada acara merti dusun yang diadakan warga Padukuhan Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan/Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul pada hari Sabtu, 15 Januari 2022.

Dalam kegiatan tersebut, warga yang mengenakan pakaian adat Jawa mengusung gunungan yang berisi buah-buahan dan sayur mayur atau hasil pertanian. Selain itu menyuguhkan aneka makanan tradisional untuk kemudian dimakan bersama warga yang hadir. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments