Home News Warga Padukuhan Krajan Gotong-royong Membersihkan Kali Buntung

Warga Padukuhan Krajan Gotong-royong Membersihkan Kali Buntung

460
0
Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membersihkan sungai menjadi kunci kelestarian lingkungan, Minggu (4/4/2021) pagi. Foto: AG Irawan

BERNASNEWS.COM – Gerakan bersih sungai yang mengikutsertakan warga yang bermukim di pinggir sungai terus mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman. Dengan pola bergotong-royong seperti yang biasa dilakukan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga kelestarian sungai.

Hal itu disampaikan Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman Purwoko Sasmoyo ST MM saat ikut turun ke sungai bersama masyarakat Padukuhan Krajan, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, dalam gerakan gotong-royong bersih sungai Buntung, Minggu (4/4/2021) pagi.

Sejumlah warga lintas usia dan lintas jender, pagi itu menuju sungai, dan saling bahu-membahu membersihkan serta memungut beragam sampah anorganik seperti plastik, kain bekas, besi juga menyingkirkan beberapa batang pohon yang mengganggu aliran sungai. Turut hadir personil TNI dari Koramil Ngemplak, perangkat Kalurahan Wedomartani dan sejumlah tokoh masyarakat.

Sejumlah warga Padukuhan Krajan, bersama DLH Sleman, Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), Muspika Ngemplak dan perangkat Kalurahan Wedomartani, bergotong-royong membersihkan beragam sampah pengganggu aliran Kali Buntung yang berada di padukuhan setempat, Minggu (4/4/2021) pagi. Foto: AG Irawan

“Ini gerakan yang bagus. Semua warga terlibat. Gerakan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat setempat, menjadi kunci kelestarian sungai. Kami akan terus berusaha memberi dukungan pada gerakan masyarakat peduli lingkungan seperti ini,” terang Purwoko di sela ikut membantu menyingkirkan potongan batang pohon yang melintang di sungai Buntung.

Acara bersih sungai Buntung tersebut juga dihadiri Kabid Perencanaan Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup, Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) Sugeng Wachyono ST.

(Baca juga : Gerakan “Reresik Kali” Mengenalkan Peradaban Sungai kepada Publik)

Menurutnya, kegiatan gotong-royong bersih sungai seperti ini harus terus dilestsrikan. “Di kemudian hari ini bisa juga, sesekali dikemas dengan gelar budaya, misalnya merti kali. Atau karena ada sejumlah mata air, buat ritual budaya merawat mata air. Sehingga tidak membosankan. Dan kelestarian mata air akan terjaga,” ungkap Sugeng saat berbincang di tengah warga setempat.

Aliran Kali Buntung, di Padukuhan Krajan harus terhindar dari bahan pencemar dan potongan batang pohon yang berpotensi mengganggu aliran, Minggu (4/4/2021) pagi. Foto: AG Irawan

Sementara Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngemplak Andria Noviandy mengapresiasi semangat warga Padukuhan Krajan yang telah menggelar bersih sungai. Harapannya kegiatan tersebut terus berlanjut. “Yuk kapan waktu kita se-Kapanewon Ngemplak yang ada komunitas sungainya, kita bareng-bareng berbincang tentang program-program kelestarisn lingkungan,” ajak Andy.

Ketua Komunitas Pelestari Sungai “Cethul Kali Buntung” Krajan Tri Hartanto berharap agar gerakan bersih sungai ini terus bisa berjalan. Bahkan bisa dijadwalkan secara reguler. “Kami warga Krajan memang memiliki cita-cita air di Kali Buntung bersih dari sampah. Juga ikan-ikan lokal sungai lestari. Tentu kami tak bisa bekerja sendiri. Dukungan para pihak menjadi salah satu penopang kelestarian sungai,” ujar dia.

Keterlibatan masyarakat setempat, khususnya yang bermukim di pinggir sungai, memiliki peran dalam melestarikan lingkungan sekitar. Program edukasi dari para pihak tentang merawat dan menjaga sungai harus terus dilakukan. Agar ekosistem sungai kian terpelihara. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here