Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsGPC dan Warga Lereng Merapi Akan Tanam Pohon Beringin Sepanjang 27 Kilometer

GPC dan Warga Lereng Merapi Akan Tanam Pohon Beringin Sepanjang 27 Kilometer

BERNASNEWS.COM – Kesadaran untuk terus merawat alam rupanya tertanam dalam diri warga di lereng Merapi. Tidak sedikit warga DIY yang merasakan manfaat dari Merapi ini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk merawat alam di Merapi adalah terus melakukan penghijauan.

“Kami resah terhadap sedikit banyak kerusakan dari Merapi. (Salah satunya mengenai) debit air di Kali Kuning, di mana Kali Kuning menjadi sumber air yang dinikmati oleh ribuan bahkan puluhan ribu warga DIY,” kata Joko MKT, perwakilan Pagar Merapi, Sabtu (9/5/2020).

Kali Kuning menjadi salah satu sungai yang airnya dimanfaatkan oleh warga DIY khususnya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Mereka melihat, debit air di Kali Kuning kini mulai surut. Alhasil perlu ada upaya untuk meningkatkannya kembali.

Pohon beringin menjadi jenis tanaman yang dipilih untuk mengembalikan debit air di Kali Kuning ini. Tak sampai di situ, direncanakan pohon beringin tersebut ditanam membentuk letter M dari Kali Kuning hingga Kali Boyong. Hal ini diharapkan membuat masyarakat berpikir akan pentingnya menjaga alam di kawasan Merapi.

Melihat permasalahan tersebut, Gandung Pardiman Center memberikan 100 bibit pohon beringin yang diberikan pada pihak Pagar Merapi melalui Kelurahan Pakembinangun. 100 bibit pohon inilah yang akan menjadi saksi dimulainya penanaman pohon beringin sepanjang 27 km di kawasan lereng Merapi ini.

“Kami dari Gandung Pardiman Center, memberikan bibit beringin, Pagar Merapi ini akan menanam 27 km di sepanjang kali kuning akan ditanami beringin. Saat ini ada 100 bibit pohon beringin yang kami berikan,” ujar Ketua Yayasan GPC (Gandung Pardiman Centre) Syarief Guska Laksana, saat menyerahkan bibit pohon beringin di Ledok Sambi, Pakembinangun.

Kawasan Sambi, Pakembinangun, rupanya menjadi satu-satunya kawasan yang masih asri sejak erupsi Merapi tahun 1994. Untuk mempertahankan keasrian ini, warga bergotong royon melakukan penghijauan.

Bantaran Kali Kuning menjadi salah satu tempat yang tak boleh ketinggalan untuk ikut dijaga keasriannya. Karenanya, bersama dengan Pagar Merapi, mereka sepakat untuk ‘memagari’ bantaran Kali Kuning dengan menanam pohon beringin.

“Kalau bantaran ini dirusak manusia, maka alam tentu tidak menerima. Erupsi dari 94 sampai sekarang yang masih asri di sini (Sambi). Maka kalau 2 kilometer itu dipager, dikasih pohon beringin, tentu akan terus asri,” ujar Lurah Pakembinangun, Suranto atau yang akrab dikenal Ranto Kresek.

Disebutkan bahwa jika ada 2 pohon beringin ditanam di jarak tertentu, tak bisa dipungkiri di bagian tengahnya pasti akan ada sumber mata air. Berpegang pada konsep ini, jika ada puluhan ribu pohon beringin di kawasan lereng Merapi, tentu sungai-sungai yang ada tidak akan kekeringan.

“Ini sebagai bentuk perawatan Bumi Pertiwi. Apalagi saat ini, di masa (wabah) COVID-19, kita butuh keseimbangan alam. Sekarang udara segar di lereng Merapi, burung bisa bernyanyi dengan lantang. Kita berharap, Merapi tidak mati,” Bambang Sugeng

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments