Home News Warga Kota Jogja Tetap Antusias Gelar Malam Tirakatan HUT ke 75 RI

Warga Kota Jogja Tetap Antusias Gelar Malam Tirakatan HUT ke 75 RI

207
0
Sebuah komunitas atau kelompok warga Kampung Suryoputran, Minggu (16/8/2020) malam, menggelar acara tirakatak sebagai memaknai rasa syukur HUT ke -75 Kemerdekaan RI. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Sekretaris Daerah telah menerbitkan Surat Edaran, Nomor: 003/10835/SE/2020, tentang HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020. Salah satu poinnya yakni nomor 4. Acara Malam Tirakatan/ Malam  Tasyakuran pada hari Minggu, 16 Agustus 2020 ditiadakan.

Meskipun demikian berdasar pengamatan Bernasnews.com, banyak warga baik secara keluarga, kelompok maupun komunitas tetap menggelar acara malam tirakatan atau malam tasyakuran untuk menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tahun-tahun sebelumnya kegiatan tersebut selalu dikemas resmi dan dikoordinasi Pengurus Kampung, atau setidaknya minimalnya pengurus tingkat RW, di Kota Yogyakarta.

Keberadaan tumpeng yang bermakna perhonan atau rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa tidak bisa terlepas dari acara ritual tirakatan bagi orang Jawa khususnya dan bangsa Indonesia pada umunya. (Foto: Istimewa)

Salah satu contoh adalah Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta terlihat ada beberapa yang menggelar acara tirakatan, Minggu (16/8/2020) malam, di beberapa titik, bahkan ada yang masih satu lingkup wilayah administrasi RW.

“Meskipun telah diimbau untuk tidak menyelenggarakan, namun demi penghormatan kepada para leluhur (pahlawan) yang telah berjuang serta mensyukuri karunia kemerdekaan dari Tuhan Yang Maha Esa, hendaknya dilaksanakan secara kecil-kecilan dan terbatas saja,” ungkap Putu Agung selaku Ketua RT 27 Suryoputran.

Menurut Putu yang juga Ketua Kesi Paseban Kelurahan Panembahan, bahwa laku tirakat merupakan ritual budaya Jawa dalam memaknai rasa syukur dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Dengan tirakatan selain berdoa untuk keselamatan dan keberkahan bangsa Indonesia, juga sebagai rasa syukur atas karunia kemerdekaan oleh Tuhan. Mari kita jaga kerukunan dan tetap bersatu kompak meskipun berbeda-beda. Jangan lupa tetap lakukan tirakatan sesuai protokol Covid-19,” ujar Putu.

Salah satu komunitas atau kelompok ronda di Kampung Suryoputran menggelar acara Tasyakuran HUT ke 75 RI di Pos Ronda. (Foto: Istimewa)

Sementara di tempat terpisah, Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE saat dihubungi Bernasnews.com, Senin (17/8/2020), mengatakan, bahwa beberapa kegiatan tirakatan yang ada di kampungnya merupakan inisiatif dari warga. “Kami menghormati dan tidak bisa komentar, sebab secara kelembagaan pengurus kampung tetap berpegang pada Surat Edaran dari Pemkot Yogyakarta,” jelas Bandrio.

Dalam merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Bandrio juga berpesan, hendaknya jangan mengesampingkan rasa patriotism para pahlawan perjuangan kita. Para pahlawan dengan mengedepankan semangat tekad kebersamaan dalam mencapai kemerdekaan yang telah kita nikmati selama 75 tahun ini.

“Itu yang harus dimaknai untuk kita semua. Jangan memutarbalik fakta yang tidak sejalan dengan cita-cita perjuangan para pahlawan dan pendahulu yang tanpa pamrih. Karena kemerdekaan yang kita rasakan bersama ini buah dari perjuangan bangsa buka kelompok maupun golongan,” tegas Bandrio Utomo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here