Home News Warga Juwangen Digerakkan Tanam Sayur Mayur di Pekarangan Rumah

Warga Juwangen Digerakkan Tanam Sayur Mayur di Pekarangan Rumah

1195
0
Veronika Yayuk Sutardi, warga Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman menunjuk cabai yang berbuah lebat yang ditanam di pot di samping rumahnya, Jumat (28/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Warga Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman digerakkan untuk menanam tanaman sayur-mayur, bumbu masak dan empon-empong di pekarangan atau halaman.

Bagi warga yang tidak memiliki halaman atau pekarangan yang luas, penanaman sayur-mayur dan empon-empon dilakukan di pot-pot ukuran besar maupun kecil. Hal dilakukan selain untuk memenuhi kebutuhan sayur-mayur setiap hari, kegiatan menanam, merawat/menanam sayur mayur dan empon-empon untuk refreshing, menghilangkan stres dan mengisi waktu lauang di saat libur atau masa lockdown untuk mencegah penyebaran virus Coronan.

Veronika Yayuk Sutardi, warga Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman memetik buah mlanding/lamtoro di halaman rumahnya, Jumat (28/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Semua warga yan memiliki pekarangan/halaman yang luas aktf menanam sayur-mayur dan empon-empon di halaman rumah. Warga yang lahannya sempit menggunakan pot yang disusun rapih di halaman rumah,” kata Hendricus Mulyono alias Mbah Mul, salah satu penggerak warga menanam tanaman sayur-mayur di halaman rumah, saat ditemui Bernasnews.com, Jumat (27/3/2020) siang.

Dengan menanam tanaman sayur-mayur di halaman rumah, seperti bayam, sawi, kacang, cabai, pohon pepaya, singkong dan lain-lain maka ketiga harga-harga sayur-mayur di pasar, warga tidak merasa resah atau mengeluh karena sudah memiliki sayur-mayur yang ditanam di pekarangan/halaman rumah masing-masing.

Veronika Yayuk Sutardi, warga Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman tanam empon-empon seperti jahe, kunyit dan lain-lain di pot di halaman rumahnya, Jumat (28/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Saat harga cabai mencapai Rp 40.000 per kilogram seperti sekarang, warga di sini tidak mengeluh, karena mereka bisa panen cabai sendiri di halaman rumah masing-masing,” kata Mbah Mul.

Hal ini diakui Veronika Yayuk Sutardi, yang memegang simpan-pinjam di RT, dasawisma dan Padukuhan Juwangen. Menurut Bu Yayuk-sapaan akrabnya, ketika banyak yang mengeluh harga sayur-mayur dan cabai mahal, warga Juwangen tenang-tenang saja. Karena mereka bisa memenuhi kebutuhan sayur-mayur dan cabai dari hasil panenan di halaman rumah sendiri.

Veronika Yayuk Sutardi memetik blimbing di halaman rumahnya di Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Jumat (28/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Biasa saja, gak merasakan adanya kenaikan harga. Karena kami bisa panen sayur sendiri di halaman rumah,” kata Bu Yayuk sambil menunjukkan buah mlanding/lamtoro yang dipanen di halaman rumah sendiri untuk dimasak bothok, Jumat (27/3/2020).

Dikatakan, kebutuhan sayur-mayur dan cabai bagi warga sebenarnya bisa dipenuhi tanpa harus membeli, asalkan warga rajin memanfaatkan lahan pekarangan/halaman rumah masing-masing. Dan bagi warga yang tidak punya lahan pekarangan yang luas, bisa menggunakan pot untuk menanam sayur, cabai, empon-empon dan sebagainya.

“Dan Puji Tuhan, warga Juwangen sangat rajin memanfatkan lahan pekarangan rumah yang ada. Lihat saja hampir di setiap rumah punya tanaman sayur mayur dan empon-empon,” kata Bu Yayuk. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here