Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsWarga Jogja Diajak Pulihkan Mental Usai Pandemi Lewat Yoga

Warga Jogja Diajak Pulihkan Mental Usai Pandemi Lewat Yoga

bernasnews.com – Sekitar 300 warga Jogja terlihat memadati area di Museum Benteng Vredeburg pada Sabtu (11/6/2022). Dengan mengambil posisi berjarak satu sama lain, warga yang terdiri dari pihak dunia usaha, industri, unsur ASN di lingkungan PEMDA DIY, serta berbagai komunitas mengikuti arahan pemandu Yogya Yoga Festival.

Iwan Susanto, ketua panitia yang sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN DIY Bidang Perindustrian menyebut bahwa kegiatan yoga yang diadakan kali ini merupakan sebuah upaya untuk memulihkan kembali mental masyarakat. Ia menyebut bahwa pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan dari dampak kecemasan, kekhawatiran, gangguan kesehatan mental-emosional hingga berpengaruh pada kehidupan perekonomian. Karenanya, untuk kembali pulih, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah melalui upaya pemulihan mental dan mendapatkan kesehatan holistik serta kedamaian diri melalui yoga dan meditasi.

“Ini menjadi upaya pemulihan mental masyarakat untuk menyiapkan diri kita untuk menghadapi era normal. Dan kegiatan ini bertepatan dengan Yoga Festival dan Internasional Day of Yoga tanggal 21 mendatang,” kata Iwan.

“Tahun ini kolaborasi bagaimana masyarakat Yogya bisa merasakan yoga bukan hanya sekedar gerakan tapi yoga bisa merasuk dalam jiwa,” imbuhnya.

Bagi sebagian orang, melakukan yoga bisa memberi dampak kedamaian mental, pengaruh kepada gaya hidup, penajam kecerdasan dan lainnya. Rupanya manfaat positif kegiatan yoga yang berlangsung sesaat tersebut dirasakan oleh seorang warga bernama Hendro.

“Dengan mengikuti yoga tadi hanya 45 menit terasa fresh, juga memberi manfaat bagi pikiran dan tubuh kita. Mungkin pernapasan dan gerakan itu menyebabkan bias longgar pikiran,” katanya.

Suasana Yogya Yoga Festival di Museum Benteng Vredeburg. Foto: birgita/bernasnews.com

Paniradya Pati Kaistimewan DIY diisi oleh Aris Eko Nugroho mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yoga ini. Menurutnya kegiatan ini sepatutnya didukung apalagi ia melihat bahwa masyarakat Yogyakarta perlu dipulihkan setelah cukup lama menghadapi pandemi COVID-19. Dia melihat dalam kegiatan yoga yang dilakukan juga ada sisi tradisi yang bisa dipetik sebagai masyarakat Jawa yang menep ketika menghadapi persoalan.

“Kebetulan juga acara ini merupakan salah satu cara memelihara dan mengembangkan kebudayaan dimana ada warisan budaya yang istimewa di Yogyakarta, kalau orang Jawa harus ada sifat menep. Kalau boleh saya sampaikan orang Jawa itu ketika ada suatu masalah kita sambil berkaca diri. Ini hal yang menarik,” ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi juga berpendapat senada. Menurutnya momen untuk bisa berefleksi melalui yoga ini juga bisa menjadi suatu langkah pemulihan demi tercapainya kesehatan holistik. Jika tubuh sehat maka, seseorang akan mampu menangkap peluang dan pulih.

“Yoga ini terkait tadi kesehatan holistik pastinya di sana kita akan bisa menjalankan tugas dengan lebih rileks, kemampuan, kesulitan permasalahan menjadi ada solusinya karena antara otak kanan dan otak kiri ada keseimbangan. Dengan adanya keseimbangan, kita bisa mengatur diri, dimana kita punya peluang, dimana kita siap dengan tiap keadaan,” ungkap Siwi.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Anand Ashram dan KADIN DIY ini bertepatan dengan One Earth Yoga and Meditation Festival ke-14 dan International Day of Yoga yang ke-8 masih akan berlangsung di Yogyakarta hingga 12Juni 2022. Kegiatan yang menggandeng pihak dari PEMDA DIY, AMAYI (Asosiasi Meditasi Ausadh Yoga Indonesia), dan RCI Centre ini bakal memberikan wawasan melalui diskusi dan sharing terkait yoga dan bagaimana mengatasi masalah melalui yoga dan meditasi. (van)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments