Home News Warga Jogja Diajak Pahami Makna dan Filosofi Makanan Nusantara

Warga Jogja Diajak Pahami Makna dan Filosofi Makanan Nusantara

187
0
Tumpeng, salah satu makanan Nusantara yang memiliki filosofi. (Foto: Eva Mintarsih)

BERNASNEWS – Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang paling mendasar. Makanan bukan hanya sekedar untuk menghilangkan rasa lapar saja. Makanan berkaitan erat dengan kebudayaan dan masyarakat.

Dalam kacamata antropologi, makanan adalah salah satu produk kebudayaan yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Seperti yang tertuang pada pameran Upaboga : Ketika Makanan Becerita.
Paragraf 3 tambahin.

Pameran yang digelar di Museum Sonobudoyo ini menceritakan tentang peradaban makanan nusantara mulai dari aspek historis, proses dan teknologi hingga tradisi. Serta mengajarkan masyarakat untuk mengenal dan mengetahui bagaimana proses makanan itu dibuat.

Ada berbagai macam makanan tradisional yang ada di sini, mulai dari makanan yang sering kita lihat hingga makanan yang belum pernah dijumpai oleh masyarakat.

Tak ketinggalan, Beragam jenis tumpeng juga turut dipamerkan. Salah satunya Tumpeng Kapuranto. Tumpeng ini memiliki keunikan pada warnanya. Jika biasanya tumpeng berwarna putih atau kuning, maka Tumpeng Kapuranto ini berwarna biru yang dihasilkan dari warna Bunga Telang.

Tumpeng ini disajikan dengan beberapa sayur dan lauk yaitu, sambal goreng daging, urap, bakmi, capcay, telur, semur daging, perkedel, acar, dan kerupuk. Tumpeng Kapuranto merupakan simbol permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan oleh yang punya hajat.

Suasana Pameran Upaboga yang digelar di Museum Sonobudoyo. (Foto: Eva Mintarsih)

Pameran ini sudah berlangsung dari awal November kemarin. Meski sudah lama dibuka namun antusiasme masyarakat untuk mengunjungi pameran Upaboga semakin meningkat.

Terlebih adanya penurunan level PPKM kemarin, jumlah wisatawan yang mengunjungi pameran meningkat drastis dari sebelumnya.

“iya meningkat dari pas awal buka. Setelah ada penurunan level banyak banget yang dateng ke pameran. Jadi penurunan level ini ngaruh banget sama jumlah kunjungan pameran” Ucap salah seorang petugas (12/12/2021). (Eva Mintarsih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here