Home News Warga Jogja dan Komunitas Malioboro Kompak Lawan Demo Anarkis

Warga Jogja dan Komunitas Malioboro Kompak Lawan Demo Anarkis

379
0
Komunitas Malioboro melakukan aksi menolak dan melawan demo anarkis di Tugu Jogja. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Warga yang tergabung dalam Komunitas Jaga Jogja Damai dan Komunitas Malioboro sepakat untuk menolak dan melawan demo anarkis. Bahkan untuk mengantisipasi demo-demo lanjutan, kelompok-kelompok warga dari berbagai simpul jaringan kompak berjaga di sejumlah tempat.

Mereka berjaga-jaga di sepanjang Jalan Malioboro, titik nol, Tugu, Jalan Mangkubumi, jembatan Gondolayu, Terban, simpang empat Gramedia, simpang Sagan, asrama Syantikara, simpang Gejayan, Timoho dan sejumlah titik lainnya warga bersiaga. Khusus di Malioboro seluruh perkumpulan paguyuban PKL pedagang kaki lima turut bersiaga. Warga khawatir terjadi lagi demonstrasi anarkis seperti terjadi di Malioboro, Kamis (8/10/2020) dua pekan lalu. Kala itu demonstran anarkis sempat membakar restoran Legian yang terletak persis di samping selatan Gedung DPRD DIY dengan lemparan molotov.

“Demo-demo anarkis menyusahkan kita. Selama demo anarkis kita tidak bisa mencari makan. Karena itu, kalau ada demo-demo anarkis kita lawan, kita lawan,” teriak seorang anggota Komunitas Malioboro dalam aksi damai di Tugu Jogja seperti terlihat dalam video yang viral beredar Selasa (20/10/2020).

Aksi Komunitas Malioboro di Tugu Jogja menolak dan melawan demo anarkis. Foto : Istimewa

Dalam aksi itu, para Komunitas Malioboro membentang sebuah spanduk warna kuning bertuliskan : Seluruh Komunitas Malioboro Menolak, Stop Demo Anarkis. Kami ingin hidup damai, aman dan lancar.

Widihasto Wasana Putra, Koordinator Sekber Keistimewaan DI, yang mengutip ilaporan dari tim media Group WA Jaga Jogja Damai kepada Bernasnews.com, Selasa (20/10/2020), mengatakan, dari hasil pemantauan di simpang Sagan pihak kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan termasuk dua unit ambulance yang hendak menuju bundaran UGM. Ambulance dari HAR dan BSMI tersebut diminta parkir di SPBU Sagan. Keduanya berplat nomor B.  

“Sempat ada insiden kecil sekitar pukul 15.00 WIB dimana seorang diduga peserta unjuk rasa justru melarikan diri ketika tas ranselnya mau diperiksa polisi. Sial ketika lari masuk perkampungan dapat diringkus warga dan sudah diamankan pihak kepolisian,” kata Hasto. 

Menurut Hasto, pengunjuk rasa sendiri terkonsentrasi di bundaran UGM sekitar 500 orang. Sebelumnya, sebagian berkumpul di Gejayan. “Banyak di antaranya berpenampilan bukan seperti mahasiswa. Terpantau pukul 17.00 massa membubarkan diri dan bergerak pulang arah Gejayan. Satu unit kendaraan patwal polisi mengawal di belakang rombongan aksi,” kata Hasto.

Menurut Hasto, kesiapsiagaan warga Jogja laik diapresiasi. Kepedulian dan kecintaan terhadap Jogja yang aman damai dan tentram menjadi harapan yang diwujudkan dengan spirit kebersamaan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here