Warga Dusun Kalangan Bangunjiwo Praktikkan “Budikdamber”

    1242
    0
    Pembuatan Budikdamber bersama pemuda dan warga Dusun Kalangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Senin (1/6/2020). Foto : Heru

    BERNASNEWS.COM – Tidak memiliki lahan yang luas dan tempat yang memadai bukan berarti tidak bisa melakukan budidaya ikan dan tanaman. Ada sejumlah teknologi yang bisa dikembangkan guna meningkatkan perekonomian warga di sela sempitnya lahan. Salah satunya dengan Budidaya Ikan dan Tanaman Dalam Ember atau Budikdamber.

    Hal inilah yang dilakukan sejumlah pemuda Dusun Kalangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, untuk membantu warga sekitar berkegiatan sekaligus diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga secara mandiri.

    Berawal dari pertemuan yang diadakan pada 1 Juni 2020, para pemuda yang tergabung dalam komunitas “Rumah Belajar Kalangan” bersama warga setempat terus memasyarakatkan dan ikut mengembangkan teknologi Budikdamber. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, yang membatasi warga berkegiatan di luar rumah, Budikdamber dirasa pas sebagai kegiatan yang menyenangkan dan mengakrabkan dengan lingkungan sekaligus produktif.

    Pengembangan Budikdamper oleh warga Dusun Kalangan, Bangunjiwo,Bantul, Senin (1/6/2020). Foto : Heru

    Teknologi Budikdamber dikembangkan oleh pengajar Politeknik Negeri Lampung, Sumatera Selatan Juli Nursandi S.Pi MSi. Teknologi ini merupakan inovasi dari aquaponik, dimana ikan dan tumbuhan diintegrasikan dalam satu tempat.

    Dalam kegiatan ini, sebagai langkah awal, pemuda Dusun Kalangan membagikan secara gratis kepada warga setempat satu paket Budikdamber yang terdiri dari ember, media tanam, bibit kangkung dan ikan lele beserta pakan ikan. Harapannya jika berhasil mampu terus dikembangkan secara mandiri sesuai keinginan di setiap keluarga.

    Seorang warga setempat, Mari mengungkapkan program ini sangat mudah dipraktikkan dan bermanfaat, terlebih saat pendapatan keluarga berkurang. Senada disampaikan warga lain, Waginah, yang keseharian sebagai penjual sayur keliling. Ia menyampaikan program ini bisa sebagai alternatif pendapatan keluarga. “Kangkung bisa dipanen sendiri. Juga ikan lele bisa dijual sebagai tambahan penghasilan,” katanya.

    Pemberian materi singkat seputar pengembangan Budikdamper kepada warga, Senin (1/6/2020). Foto : Heru

    Salah satu pencentus ide Budikdamber Dusun Kalangan, Bung Heru berharap pola budidaya ikan dan tanaman tersebut mampu dilakukan terus oleh warga, bahkan terus dikembangkan di masa mendatang. “Niat pemuda dusun untuk membantu warga memang tak membohongi hasil. Misalnya untuk kangkung dalam sepuluh hari sudah bisa panen,” terangnya.

    Setelah kegiatan ini diupload di media sosial banyak warga di luar dusun tertarik ikut mengembangkan. Bahkan saat ini pemuda Dusun Kalangan sudah mendapat “order” pembuatan paket media Budikdamber dari luar kabupaten, seperti dari wilayah Turi, Sleman. “Seluruh keuntungan dari hasil penjualan paket Budikdamber, akan kami gunakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” kata Heru. (AG Irawan)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here