Home News Warga Diminta Konsolidasi dan Siaga di Sejumlah Titik Simpul Jaga Kedamaian Jogja

Warga Diminta Konsolidasi dan Siaga di Sejumlah Titik Simpul Jaga Kedamaian Jogja

746
0
Komunitas Malioboro melakukan aksi menolak dan melawan demo anarkis di Tugu Jogja. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Gerakan massa aksi menolak UU Cipta Kerja masih akan terjadi di Jogja pada rentang 26-28 Oktober 2020. Dan sejauh ini tidak ada jaminan aksi massa bakal berlangsung damai. Hal ini berdasarkan hasil pantauan dan informasi dari otoritas berwenang.

Oleh sebab itu diserukan kepada segenap simpul jaringan warga untuk enggalang kesiapsiagaan warga kampung menjaga Jogja tetap aman dan damai. “Terjadinya rentetan anarkisme massa di banyak kota ditambah fakta penangkapan terhadap kelompok oposan radikal yang menunggangi unjuk rasa dengan target menjungkalkan pemerintahan yang sah menimbulkan rasa kekhawatiran terjadinya chaos,” kata Widihasto Wasana Putra, Koordinator Skeber Keistimewaan DIY, kepada Bernasnews.com, Sabtu (24/10/2020).

Hasto-sapaan akrab Widihasto Wasana Putra-meminta warga Jogja agar segera melakuka konsolidasi, terutam warga kampung kawasan Gejayan, Mrican, Samirono, Gendeng, Nologaten, Demangan, Sagan, Klitren, Kotabaru, Terban, Gondolayu, Ledok Tukangan, Cokrodirjan, Jagalan, Suryatmajan, Ratmakan, Gondomanan, Ngupasan, Pajeksan, Patuk, Jogonegaran, Kemetiran, Dagen, Sosrowijayan, Badran, Kricak, Sitisewu, Gowongan dan kampung-kampung sekitar lainnya. 

Khusus Gejayan perlu konsolidasr dengan para pedagang pasar Demangan, pedagang handphone dan kuliner Mrican, para pemilik usaha dan warga yang bermukim disana untuk melawan dan mengusir massa aksi yang kerap memblokade simpang tiga Gejayan.

“Aksi menutup jalan sangat mengganggu ketertiban umum dan merugikan aktivitas pedagang kecil mencari nafkah serta melumpuhkan aktivitas perkantoran,” kata Hasto.

Ia juga meminta untuk melanjutkan konsolidasi dengan kelompok-kelompok paguyuban pedagang kaki lima Mangkubumi-Malioboro hingga pasar Bringharjo. “Intensifkan komunikasi dan koordinasi serta jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan,” kata Hasto. (lip) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here