Home News Warga dengan Status Hitam yang Berkeliaran akan Dimasukkan ke Isolasi Terpusat

Warga dengan Status Hitam yang Berkeliaran akan Dimasukkan ke Isolasi Terpusat

90
0
Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Covid-19. Foto: covid19.go.id

BERNASNEWS.COM – Warga yang diketahui berstatus hitam atau positif Covid-19 dan berkeliaran di tempat-tempat umum akan dimasukkan ke shelter isolasi tetap. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan atau penyebaran Covid-19.

Status seseorang, apakah hitam (positif covid), merah (belum divaksin), kuning (baru vaksin dosis pertama atau hijau (sudah vaksin 2 kali) akan diketahui atau tedeteksi lewat aplikasi PeduliLindungi. Melalui aplikasi ini terjaring 3.830 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 atau berstatus hitam sedang berkeliaran di sejumlah fasilitas publik. Temuan ini diperoleh dari upaya orang berstatus hitam mengakses fasilitas publik dengan cara memindai barcode sebagai syarat masuk.

Menurut Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, upaya tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menekan penularan di lingkungan fasilitas publik dengan segera mengisolasi mereka yang masuk kategori hitam dan mencoba mengakses fasilitas publik. 

Dikatakan, dengan kerjasama semua pihak, satgas memantau status warga di fasilitas publik dan segera merujuk orang yang terjaring karena masuk kategori hitam atau tergolong positif atau memiliki kontak erat untuk segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat terdekat.

Wiku Adisamito mengaku situasi pandemi Covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan. Hal ini bis dilihat dari angka positivity rate yang terus menurun maupun angka testing dan tracing yang terus meningkat. Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan upaya pengendalian semaksimal mungkin. 

Menurut Wiku, selama Covid-19 masih ada di Indonesia, pemerintah secara tegas tetap menerapkan PPKM dengan melakukan monitoring dan evaluasi tiap minggu. Perubahan dan evaluasi setiap minggu merupakan kebijakan yang bersifat adaptif menyesuaikan perkembangan virus yang dinamis.

“Kebijakan yang diambil juga akan bertumpu pada data terkini untuk memastikan kebijakan yang diputuskan bisa menjawab perkembangan di lapangan,” kata Wiku yang dikutip Bernasnews.com di laman covid19.go.id. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here