Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeTechnologyWAMAS Karya Mahasiswa UNY, Aplikasi Android untuk Kelola Bank Sampah

WAMAS Karya Mahasiswa UNY, Aplikasi Android untuk Kelola Bank Sampah

bernasnews.com — Pengelolaan sampah dalam saat ini mulai banyak digerakkan oleh masyarakat yang sadar terhadap lingkungan. Untuk mewujudkan masyarakat yang ramah lingkungan maka perlu dikelola dengan baik dan menimbulkan imbas kesadaran untuk masyarakat disekitarnya.

Hal ini menjadi perhatian mahasiswa prodi D4 Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY yang membuat aplikasi Waste Management System (WAMAS) yang dapat dijalankan di Android pada smartphone. Aplikasi pengelolaan sampah ini dirancang oleh Ahmad Rizal Rifani, Devi Kusumawati dan Arif Hidayat.

Menurut Ahmad Rizal Rifani selaku Ketua Kelompok, aplikasi WAMAS ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk semakin sadar dan termotivasi dalam mengelola sampah dengan baik. Selain itu, pengelolahan sampah yang baik akan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Tim Anggota Mahasiswa UNY Prodi D4 Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY yang membuat aplikasi Waste Management System (WAMAS). Foto: Istimewa.

“Aplikasi ini akan menghubungkan antara anggota yang menyetorkan sampah dengan bank sampah, bank sampah dengan pengepul, dan dapat mencatat seluruh transaksi,” terang dia, dalam rilis yang dikirm ke bernasnews.com beberapa waktu lalu.

Lanjut Ahmad, aplikasi ini juga dapat menampilkan produk hasil olahan sampah organik sehingga dapat menambah omset Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bank Sampah. Hasil dari penjualan sampah dapat menjadi pundi-pundi uang yang dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Devi Kusumawati menambahkan, bahwa mereka bekerjasama dengan KSM Bank Sampah ‘Salakan Bersemi’, Desa Potorono, Banguntapan, Bantul. Di desa ini terdiri dari kurang lebih 80 RT siap menerima project implementasi aplikasi WAMAS.

“Bank sampah di daerah ini sudah berjalan cukup lama namun masih dilakukan secara manual dan belum diterapkan menyeluruh pada masyarakatnya,” terang Devi.

Dikatakan, kerjasama yang dijalin adalah dalam penyelesaian masalah teknologi dan manajemen, dimana setiap pemberian bantuan teknologi disertai dengan demonstrasi penggunaan aplikasi pengelolaan bank sampah berbasis sistem informasi. Setelah demonstrasi dilakukan maka pemberian pelatihan penggunaan aplikasi WAMAS.

“Untuk membekali keterampilan anggota penggunaan aplikasi WAMAS, maka diberikan pelatihan bagaimana memastikan  fungsi  WAMAS  bekerja secara optimal  dan  penyebarluasan aplikasi kepada masyarakat di Desa Potorono dan sekitarnya. Tujuan ini agar mitra dapat mengoperasikan sistem informasi dengan prosedur yang tepat,” ujarnya.

Sementara, Arif Hidayat menjelaskan tampilan depan aplikasi WAMAS berupa logo dan foto profil. “Selain itu juga ada tampilan saldo yang sudah kita terima beserta berat sampah yang telah kita setorkan,” paparnya.

Pada bagian tengah tampilan, lanjut Arif, terdapat infografis tahapan yang harus dilakukan dari pengumpulan sampah hingga disetorkan ke bank sampah. Pada bagian bawah terdapat beberapa fitur pilihan ketika akan menyetorkan sampah ke bank sampah. Fitur tersebut diantaranya fitur dijemput, fitur setor sendiri, fitur harga sampah dan fitur jadwal.

Pelatihan pembukuan bank sampah. (Foto: Istimewa)

Sebelum diluncurkan pada masyarakat Potorono terlebih dahulu diadakan sosialisasi pada pengurus KSM. Tim juga mengajarkan pengelolaan keuangan kepada pengurus dengan menggunakan Microsoft Excel sehingga semua data akan terinput secara digital dan lebih praktis.

“Selain itu, dari KSM akan lebih mudah mencari data jika diperlukan serta dapat menjadi salinan selain di tulis pada buku. Tim juga membuat power point yang berisi mengenai profil KSM Salakan Bersemi untuk digunakan ketua KSM dalam pengenalan KSM saat akan melakukan sosialisasi pada masyarakat dan ketika menjadi narasumber,” ujar Arif.

Karya ini meraih dana dari program Innovillage 2021, yang merupakan kolaborasi Telkom University (Tel-U) dengan PT Telkom Indonesia. Kompetisi sociopreneurship di bidang teknologi digital, dengan tujuan menggugah seluruh mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membantu masyarakat desa melalui inovasi-inovasi digital yang aplikatif, dengan memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga tercipta kemanfaatan sosial dan peningkatan ekonomi yang terukur.

Karya ini pula yang membawa Ahmad Rizal Rifani dinobatkan menjadi Mahasiswa Berprestasi UNY kategori Diploma tahun 2022. Selain program Innovillage, Ahmad Rizal Rifani juga mengharumkan nama UNY melalui raihan medali perak pada World Youth Invention and Innovation Award, Juara 2 Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Juara 3 LKTI Nasional Universitas Brawijaya dan 25 prestasi LKTI lainnya di tingkat nasional. (*/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments