Home News Walikota : Malioboro Tidak Ditutup pada Malam Tahun Baru 2021

Walikota : Malioboro Tidak Ditutup pada Malam Tahun Baru 2021

431
0
Suasana senja di Malioboro Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM – Menjelang pergantian tahun 2020 ke tahun 2021, semakin santer isu penutupan kawasan Malioboro. Bahkan jauh sebelumnya juga santer isu Yogyakarta tidak menerima pengunjung dari luar DIY menyusul peraturan pemerintah yang mewajibkan rapid test antigen bagi orang yang akan melakukan perjalanan ke luar kota.

Namun, Walikota Yogyakara Haryadi Suyuti secara tegas mengatakan bahwa Malioboro tidak ditutup atau tetap dibuka pada malam pergantian tahun, Kamis, 31 Desember 2020.

“Kawasan Malioboro tidak ditutup termasuk saat malam pergantian tahun atau menyambut Tahun Baru 2021 pada Kamis, 31Desember 2020,” tegas Walikota Haryadi Suyuti pada jumpa pers usai memimpin pertemuan dengan pengurus BPD PHRI DIY, ASITA DIY, Kominfo dan Satpol PP di IBIS Malioboro, Rabu (30/12/2020).

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti didampingi Ketua Satgas Covid-19 PHRI DIY Herryadi Baiin dan Ketua DPD ASITA DIY Hery Setyawan saat memimpin perteman di IBIS Malioboro, Rabu (30/12/2020). Foto : kiriman Herman Tony

“Silahkan datang ke Yogyakarta tetapi harus memenuhi protokol kesehatan,” tambah Haryadi Suyuti kepada wartawan usai pertemuan yang dihadiri Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono, Ketua Satgas Covid-19 PHRI DIY Herryadi Baiin, Ketua DPD ASITA DIY Herry Setyawan dan beberapa pengurus BPD PHRI DIY dan anggota Satgas Covid-19 PHRI DIY serta Kepala Diskominfo Kota Yogyakarta Kelik Tri Hastono dan Kepala Satpol-PP Kota Yogyakarta Agus Winarto itu.

Sementara Herman Tony, Sekretaris BPD PHRI DIY mengatakan, isu-isu tersebut langsung berdampak buruk terutama bagi usaha hotel dan restoran di DIY. Hotel-hotel anggota PHRI DIY melaporkan mereka panen room cancelation alias banyak tamu membatalkan kamar yang telah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya, termasuk banyak kamar hotel yang dipesan telah dibayar lunas.

Menurut Herman Tony, liburan Natal Tahun Baru (Nataru) kali ini rata-rata tingkat okupansi hotel di DIY begitu rendah atau kurang 30 persen. Kondisi demikian amat berbeda pada liburan Nataru tahun-tahun sebelumnya karena rata-rata tingkat hunian kamar hotel di DIY selalu tinggi alias mencapai 80 persen bahkan 90 persen.

Suasana pertemuan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dengan Satgas Covid-19 PHRI DIY dan DPD ASITA DIY Hery Setyawan saat memimpin perteman di IBIS Malioboro, Rabu (30/12/2020). Foto : kiriman Herman Tony

Pada saat itu,sulit mendapatkan kamar hotel bagi tamu yang melakukan pemesanan kamar last minute alias mendekati hari H. Kondisi minus yang dihadapi hotel dan restoran khususnya dan pariwisata DIY umumnya tersebut mendorong pengurus BPD PHRI DIY bersama ASITA DIY untuk mengadakan pertemuan dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di IBIS Malioboro Rabu, 30 Desember 2020.

Hasilpertemuan itu langsung disampaikan oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti kepada wartawan dalam konferensi pers di IBIS Malioboro. Dalam konferensi pers tersebut Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti didampingi Ketua Satgas Covid-19 PHRI DIY Herryadi Baiin dan Ketua DPD ASITA DIY Hery Setyawan menyatakan suyecara tegas bahwa Yogyakarta tetap terbuka untuk dikunjungi. “Silahkan datang ke Yogyakarta tetapi harus memenuhi protokol kesehatan,” kata Haryadi Suyuti.

Namun, Walikoa Yogyakarta kembali mengingatkan pentingnya memiliki surat keterangan hasil rapid test antigen karena akan diminta saat berlibur atau akan menginap di hotel di Yogyakarta. Jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan hasil rapid tes antigen, maka terpaksa akan ditolak.

Haryadi Suyuti selaku Walikota Yogyakarta juga menegaskan, kawasan Malioboro tidak ditutup termasuk saat malam pergantian tahun atau menyambut Tahun Baru. Namun kegiatan di kawasan Malioboro perlu diatur atau dibatasi dengan mengacu protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 masih ada di tengah kita.

Menurut Haryadi Suyut, protokol kesehatan tidak hanya terdiri 3M tetapi 4M. M yang terakhir itu adalah menghindari kerumunan dan menjadi prinsip protokol kesehatan. Jika terjadi kerumunan, akan sulit ditegakkan 3M pertama yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Oleh karena itu harus dicairkan apabila terjadi kerumunan di kawasan Malioboro. Konkritnya, akan dilakukan kebijakan buka tutup kawasan Malioboro pada malam Tahun Baru 2021 sesuai kondisi yang ada saat itu. Sebenarnya kebijakan demikian sudah lazim dipakai untuk mengurangi atau mengurai kemacetan yang terjadi di lokasi-lokasi keramaian tertentu. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here